In Allah We Trust :)


Andiana Moedasir ~ Serakan Ingatan di Batas Cakrawala

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allahlah sebaik-baiknya penolong.

✔ Rabbighfirlii (Tuhanku, ampuni aku)
✔ Warhamnii (Rahmati aku)
✔ Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
✔ Warfa’nii (Angkatlah derajatku)
✔ Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
✔ Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
✔ Wa’Aafinii (Sehatkan aku)
✔ Wa’fuannii (Maafkan aku)

View original post

Advertisements

WordPress emoticon


Abis jalan-jalan ke blog orang, terus penasaran sama emoteyang ada. Biasanya cuma smile ( 🙂 ), sad ( 😦 ), wink ( 😉 ), atau grin ( 😀 ). Makanya gue nyobacopy tuhemote.Kali aja ternyata bisa. 😀

tes: ➡

:mrgreen:

😯

😈

😳

Hore bisa!*norak mode:on* 😆

Yakin mau jadi PNS?


Ola!

Setahun kerja di kantor pemerintahan, beberapa kali kerja sebagai pekerja lepas di beberapa kantor pemerintahan, bikin gue cukup tau bagaimana dunia pegawai negeri sipil atau istilah sekarang itu aparatur sipil negara (ASN). Mungkin banyak yang beralasan mau jadi ASN karena gaji yang tetap, pensiun pun tetap, jelas juga jenjang karirnya. Ga bohong sih, kalau di dalamnya memang menjanjikan. Mungkin gajinya ga sebesar di perusahaan-perusahaan swasta, yang kontrak kerjanya biasanya tahunan. Tapi jangan salah, ASN sekarang pun kinerjanya diperhitungkan. Ada suatu kesalahan yang memang benar-benar fatal bisa saja diberhentikan. Kalau ga betah, ga bisa seenaknya main mau keluar gitu aja. Ada jangka waktu tertentu, kalau sebelum jangka waktu itu diminta ganti rugi untuk negara. Jumlah ganti ruginya pun ga sedikit. Belum lagi kalau ternyata ada atasan yang ga menyetujuinya. Ada atasan yang sampai manggil langsung suaminya untuk konfirmasi alasan mengundurkan diri, kalau yang mengundurkan diri itu istrinya. Pernah ada kejadian beberapa bulan lalu soalnya. Gara-gara itu juga jadi ada wacana secara lisan, kalau ada yang mengundurkan diri lagi tetap disuruh bayar ganti rugi.

Kok gitu sih? Ya menurut gue wajar sih. Negara udah mengeluarkan dana yang sangat banyak untuk pengadaannya, belum lagi pembinaannya selama setahun. Kalau kalian para peserta yang ikut seleksi cpns tau, bakalan tersadar deh, ga asal ikutan. Banyak hal lah yang mesti dipertimbangkan. Hidup itu pilihan kan?

Selain itu, jangan lupa kalau dengan kalian jadi ASN itu, kalian sudah mengabdikan diri untuk negara. Keluarga jadi nomor dua deh kalau udah ada tugas negara. Ih, kok gitu? Ya itu ada di sumpahnya sih kalo ga salah. Jadi ASN memang salah satu cara pengabdian diri untuk negara, walaupun cara pengabdian untuk negara ga mesti dengan jadi ASN. Nih tulisan lain yang gue temuin di halaman muka facebook. Tulisan ini ditulis sama salah satu abdi negara, gue ga kenal juga sih yang nulis, cuma beberapa senior gue yang ASN yang berbagi ini di facebook. Mungkin bisa jadi renungan kalian dan pertimbangan kalian yang ikut seleksi CPNS. 🙂

Yakin mau jadi PNS?

Salah satu info trending sejak kemarin yang membuat banyak orang bersemangat adalah informasi tentang dibukanya kembali Rekruitmen PNS setelah bertahun-tahun moratorium.

Para pendaftar akan bertarung habis-habisan memperebutkan kursi yang terbatas demi menyandang gelar pegawai negara. Setelah melewati fase ujian dan dinyatakan lulus sebagai calon pegawai negeri sipil, mereka kemudian akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

Saya hanya menginformasikan, ini loh sumpah/janji ketika seseorang diangkat jadi PNS:

+++
“Demi Allah, saya bersumpah/berjanji :
Bahwa saya, untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah.

Bahwa saya, akan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab.

Bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah, dan Martabat Pegawai Negeri, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan.

Bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan. Bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara.”
+++

Begitu beratnya sumpah yang diucapkan dengan lantang pada saat seorang PNS dilantik, tapi entah berapa banyak yang meresapinya sebagai sebuah kewajiban maha berat yang harus ditunaikan.

Diantara bait sumpah/janji yang akan diucapkan, buat saya kalimat terberat adalah tentang janji senantiasa mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan saya sendiri. Yang membuat berat jika kepentingan negara bertemu dengan kepentingan keluarga yang jelas merupakan kepentingan saya sendiri, lalu mana yang harus didahulukan, negara atau keluarga? 🙂

+++
Lupakan sejenak soal janji, lalu apa sih tujuan Anda menjadi PNS?

Mau cari gaji dan tunjangan besar? wah, jelas Anda salah. Gaji dan tunjangan PNS ya segitu-segitu saja. Kaya raya versi PNS adalah kecukupan untuk hidup dengan layak. Jika lebih-lebih sedikit, anggap saja bonus. Jika lebihnya agak banyak, mungkin memiliki usaha sambilan jualan Tupperware. Jika lebih-lebihnya sangat banyak, Anda bisa dituduh korupsi! 🙂

Jika pendapatan kurang sedikit, anggap saja belajar prihatin, jika kurangnya agak banyak, anggap saja konsekuensi. Jika terus-terusan merasa kurang, jangan-jangan mereka termasuk orang yang tidak pernah bersyukur!

+++
Mau berkarir? Asal tahu saja, berkarir di PNS itu sangat berjenjang panjang macam ular tangga. Tidak jarang PNS muda yang ‘istimewa’ hanya bisa gigit jari dan geregetan tidak bisa jadi pejabat pengambil keputusan karena karena terkendala masa kerja dan golongan. Coba mereka kerja di sektor swasta, usia dibawah 40 tahun pun, jika istimewa bisa menjadi ‘Jenderal’ kantor!

+++
Lalu untuk apa jadi PNS? Apa karena Anda berpikir menjadi PNS itu pekerjaan yang santai dan fleksibel? bisa pulang lebih cepat untuk mengurus anak? tidak ada tekanan kerja seberat di swasta? atau tidak bisa dipecat dan dijamin akan menerima pensiun dengan tenang aman nyaman loh jenawi?

Kalau benar tujuan Anda salah satunya seperti itu, maka Anda termasuk golongan orang yang terlarang untuk menjadi PNS.

Saran saya jika tujuan Anda menjadi PNS hanya agar bisa santai dalam bekerja, sebaiknya jangan pernah melamar! Jangan tambah lagi beban negara untuk membayar orang-orang seperti Anda. Negara ini sudah cukup menderita dengan pegawai-pegawai semacam itu.

Negara lebih butuh orang yang berdedikasi, memiliki integritas dan ikhlas bekerja! Menjadi PNS setidaknya harus ada sedikit niat pengabdian, sedikit saja sudah cukup kok! Karena jika tidak ada niat pengabdian, maka dalam bekerja yang ada hanya tumpukan keluhan.

+++

Jika Anda tidak mampu memberi banyak manfaat untuk negara ini setidaknya jangan jadi beban untuk negara ini! Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing. Pilihlah jalan hidup yang paling sesuai kata Hati Anda.

Mengabdi untuk negara tidak harus dengan menjadi PNS! Jika memutuskan menjadi PNS, maka jadilah pegawai cerdas yang bekerja dengan passion, semangat dan penuh keikhlasan!

+++

Jadi, mas dan mbak yakin tetap mau jadi PNS? 🙂

-Lunch meeting di Warteg Mbak Diyah Pasar Senen-

 

Udah baca? Jadi gimana pertimbangan kalian? Masih yakin mau jadi ASN? 😉

Tchau!

[Lirik] Kamu Bisa Apa – Widi Nugroho


Ola!

Mungkin banyak yang ga familiar sama nama ini. Kalau bandnya masih ada yang ingat ga ya? Hello Band. Ya pokoknya itu lah lagunya. *malas jelasin, hehe…. :mrgreen:

Seperti biasa, semua lirik lagu yang gue tulis disini itu gara-gara I-radio Jakarta. Ya, radio yang pastinya selalu muterin lagu-lagu Indonesia doang. Dengerin sekali masih biasa aja. Dengerin dua kali, kok kayaknya ada lirik yang menggelitik, bikin penasaran, kok kayaknya tuh lirik nyentil ya… :blush: Dengerin lagi, cari liriknya, jleb. Liriknya emang pas lah. Apalagi disaat semingguan ini emang ga kontakan sama sekali. Semenjak waktu itu dia ga jadi ke Jakarta dan ga jadi barengan ke Bandung. Mungkin emang belum waktunya aja kali ya…. 😦

Berusaha biar diri ini ga gegulingan gara-gara kepikiran, selain dibawa doa aja terus ya dengerin lagu ini. Try to be positive thinking. 🙂 Itu videonya lucu sih. Ya hiburan tersendiri. 🙂

kamu bisa apa

bila Tuhan mau kau jadi milikku

kita bisa apa
berlari ku mengejar dirimu

bermimpi tuk mendapatkan cintamu

slalu dan takkan pernah terganti

melihat kau begitu sempurna

membuat kini ku makin terpikat
kamu bisa apabila Tuhan mau kau jadi milikku

kamu bisa apabila Tuhan ingin kau jadi takdirku

kita bisa apa
hoo.. hoo.. kita bisa apa
berlari ku mengejar dirimu

bermimpi tuk mendapatkan cintamu

slalu dan takkan pernah terganti

melihat kau begitu sempurna

membuat kini ku makin terpikat
kamu bisa apa bila Tuhan mau kau jadi milikku

kamu bisa apa bila Tuhan ingin kau jadi takdirku

kita bisa apa
berlari-lari mencari

semua cinta yang engkau mau

kau tahu cintaku tak pernah padam

untukmu dan semua cintamu
kamu bisa apa, bila Tuhan mau kau menjadi milikku

kamu bisa apa, bila Tuhan mau kau menjadi milikku

Kamu bisa Apa, bila Tuhan ingin kau menjadi takdirku

kita bisa apa

kita bisa apa hoo…

kita bisa apa

 

Querido, voce… ya, seperti lirik lagu itu, kita bisa apa kalau memang rencanaNya seperti ini. Mungkin memang harus lebih bersabar, mungkin juga memang saling mendoakan terlebih dulu, sampai nanti ditunjukan kembali jalan olehNya seperti lirik lagu ini. 😉

Tchau!

Etika Bertetangga


Sumber: pinterest.com

Ola!

Ini hasil pemikiran random gue. Setelah seminggu ini agak menahan emosi, padahal badan gue lagi drop, ya tapi gitu lah. Tulisan ini ga bermaksud menjelekkan atau gimana, ini sebenernya biar jadi catatan diri gue sendiri juga. Semacam refleksi ke diri sendiri.

Gue memang ga pernah ke lingkungan bertetangga lain selain di lingkungan sekarang. Gue belum pernah beradaptasi ke lingkungan bertetangga yang baru, lingkungan asrama ga termasuk kan? gue cuma pernah tinggal di asrama selama setahun aja. Gue berada di lingkungan ini selama lebih kurang 28 tahun. Gue mungkin belum menjadi tetangga yang baik. Toh selama ini gue juga jarang ada di rumah. Dari sekolah gue selalu main di luar. Kalo sampe rumah, lebih milih di dalam rumah.

Mungkin tetangga gue pernah merasa terganggu beberapa tahun lalu ketika gue mengadakan reuni sd di rumah, gue lupa belum bilang. Tapi itu acara sehari aja sih, parkir motor di depan rumah, itu juga ga sampai malam banget. Atau mungkin terganggu pas minggu lalu ada acara arisan keluarga. Tapi itu juga sebagian besar parkir di lapangan basket. Acara pun cuma sehari.

Acara besar yang pernah diadakan di rumah gue selain reuni sd dan arisan keluarga ya pas nyokap bokap pergi haji dan adek gue khitanan. Yang termasuk acara besar ya pas adek gue khitanan, yang pakai tenda. Itu tenda juga ga terlalu lama. Izin pinjem rumah depan. Pas acara pengajian sebelum nyokap bokap pergi haji juga pinjam rumah tetangga buat duduk keluarga gue, karena rumah gue ga muat, dan juga karena itu gue ga pakai tenda.

Kenapa gue sampai menulis ini? Agak ngerasa terganggu, ga agak sih, memang merasa terganggu, ketika tetangga hajatan. Bukan hajatannya, tapi sikap yang punya hajat. Ya, gue tau tenda sudah dipasang seminggu sebelumnya. Gue ga tau mungkin kalau yang depan rumahnya sudah izin. Tapi sampai hari minggu yang pas ada arisan keluarga di rumah, itu tenda belum sampai rumah gue yang satunya. Tiba-tiba senin atau selasanya ada lah itu nutup rumah. Gue ga tau izin atau ga. Di rumah ga ada omongan juga. Setau gue itu ga izin, rumah depan rumah gue pun merasa seperti itu. Rangkaian acara dimulai hari Rabu kalau ga salah, itu pas gue ga masuk kerja, gue sakit. Seharian di rumah gue ga merhatiin yang di luar, berusaha bodo amatan.

Tapi pas adek gue pulang, adek gue ga bisa masuk buat markir. Depan rumah gue udah full mobil. Parkir tanpa izin. Adek gue udah bilang tapi masih mesti nunggu. Karena gue tau acara udah dimulai, dengan kondisi masih sakit ya gue mending maksain masuk kantor. Daripada di rumah makin drop.

Yang gue baru tau hari kamisnya juga, ternyata ga seperti hajatan dua tahun lalu, acara sekarang benar-benar nutup jalan. Terutama jalan ke mesjid. Ya, banyak orang yang ga tau jadi putar arah. Gue tau, mungkin banyak yang membicarakan di belakang. Merasa tidak terima, dan lain-lain. Ditambah dengan tamu mereka yang agak ga sopan. Dari yang terlalu berisik dan sok gayanya, asal nongkrong di depan rumah orang, sampai ada yang buang kulit pisang ke rumah tetangga gue. Gue ga tau gimana etika bertetangga kalau seperti itu?

Catatan buat diri gue sendiri ketika akan mengadakan hajatan seperti itu ada banyak sepertinya. Ya, entah tahun depan atau kapan, gue pasti akan mengadakan hajatan gitu juga. Keluarga gue pun keluarga besar. Pasti akan ramai. Mungkin akan merepotkan tetangga gue. Gue berusaha mencatat yang harus gue lakukan.

  1. Karena gue yang akan mengadakan acara sendiri, mungkin gue harus meluangkan waktu untuk izin sendiri ke RT dan RW. Bahkan untuk ke tetangga-tetangga. Izin, minta maaf kalau mengganggu, atau mungkin bisa meminta bantuan ke mereka untuk acara. Bukan berupa bantuan besar, mungkin bisa bantu untuk memberitahu ke orang yang parkir di depan rumahnya dengan baik2.
  2. Mesti urus perizinan buat lapangan dan gedung serbaguna. Ya, dua tempat itu yang bisa digunakan untuk parkir. Orang yang jaga di ujung gang harus bisa ngatur dengan bener. Mereka harus punya catatan nomor plat mobil mana aja yang boleh masuk ke gang, yang rumahnya ada di gang itu. Jangan justru yang punya rumah ga bisa parkir di rumahnya sendiri.

 

Dua itu yang menjadi catatan utama gue. Entah kalau nanti ada yang ditambahkan. Mungkin ada yang bisa ditambahkan untuk etika bertetangga?

 

Tchau!

Cinta dalam Doa


Ola!

Masih terusan mood dari postingan yang ini, gue menemukan satu artikel yang membahas tentang hal itu. Thanks to hipwee yang telah membahasnya. Ini nih kalo mau baca artikel aslinya. Bahkan artikel itu udah ditulis 3 tahun lalu. Ya, mungkin momen gue aja yang baru muncul sekarang. :mrgreen:

 

Tanda Cinta Paling Dalam Adalah Saat Kamu Mendoakannya Diam-Diam

Cinta bisa diungkapkan dalam berbagai kata dan tindakan: mulai dari yang menyanjung, yang menempatkan yang dicintai sebagai idola, hingga pengorbanan dan waktu yang direlakan untuk memberikan pendampingan. Kuatnya energi cinta memang bisa membuat seseorang rela memberikan apa saja.

Namun, apakah cinta hanya bisa dibuktikan lewat perbuatan yang mampu tertangkap mata? Tidak adakah cara lain untuk menunjukkan cinta, tanpa harus menyentuh dan menaikkan suara? Dengan doa, misalnya?

1. Doa Adalah Bentuk Perpanjangan Tangan

Saat tak bisa terjangkau tangan, doa bisa menjangkaunya.

Tidak selamanya kita punya kesempatan dan kemampuan untuk mendampingi orang terkasih dalam berbagai tahap hidupnya. Sebagai manusia kita kerap terbatasi oleh kewajiban dan berbagai tanggung jawab yang menanti. Lalu, apa yang bisa diberikan pada orang tersayang saat pendampingan di sisi tidak mungkin dilakukan?

Saat kamu sedang exchange di luar negeri dan di saat bersamaan kekasihmu menghadapi sidang skripsi, misalnya. Selain dukungan lewat Skype dan berbagai media sosial lain, mengirimkan doa untuknya akan jadi pilihan yang paling masuk akal. Doamu adalah bentuk perpanjangan tangan dari dukungan yang ingin kamu berikan.

Saat yang terkasih tak terjangkau uluran lengan, doa akan selalu punya caranya sendiri untuk bisa tersampaikan. Menyebut namanya dalam doa yang kamu panjatkan setara dengan mengharapkan berbagai kebaikan datang padanya, dengan atau tanpa kehadiranmu di sisinya.

2. Doa Adalah Cara Termanis Untuk Menunjukkan Perhatian

Bentuk perhatian termanis.

Berbagai cara terhampar di depan mata untuk menunjukkan perhatianmu ke orang yang dicinta. Kamu bisa menghujaninya dengan stiker LINE lucu, mengiriminya bunga dan cokelat, hingga mendedikasikan waktu untuk mendampinginya kapan pun dibutuhkan.

Namun, apa yang lebih manis selain diam-diam membawa nama pasangan dalam doa yang kamu panjatkan? Tanpa diminta, kamu memohonkan tercapainya harapan-harapan yang dimilikinya. Mendukungnya dari balik kepala tanpa banyak suara.

Saat orang lain bilang, Semangat ya, kamu pasti bisa. maka bagimu doa adalah dukungan sunyi yang akan membantunya meraih hal yang selama ini ia idam-idamkan. Lagipula, adakah bentuk cinta tertinggi selain menyisipkan namanya dalam bisik mesra dengan Tuhan?

3. Mendoakan Orang yang Kamu Sayangi Adalah Bentuk Kasih Tanpa Pretensi

Kamu mencintainya tanpa pretensi.

Bukan cuma karir yang butuh integritas, mencintai seseorang pun membutuhkan tingkat integritas yang tinggi. Perlu diingat, cinta dibentuk dari sederet kata kerja yang membutuhkan usaha keras untuk mewujudkannya. Saat mencintai seseorang, kita akan belajar untuk terus memenuhi kebutuhan pasangan — yang tidak selamanya sejalan dengan hal yang kita inginkan.

Seperti kata Salim A Fillah dalam salah satu bukunya,

“…tapi disitulah tantangannya. Membuktikan ketulusan ditengah situasi yang sulit. Disitulah konsistensi teruji, tapi disitu juga integritas terbukti.”

Doa, adalah bentuk kasih sayang tertulus yang mungkin kamu berikan pada orang lain. Terlepas dari segala kesulitan dan kekesalan yang orang ini ciptakan, terus mendoakannya jadi bukti kalau kamu berharap bahwa hanya kebaikan yang datang dalam kehidupannya. Saat kamu tulus mencintai seseorang, kamu tak akan berat menyelipkan namanya dalam doa-doamu.

4. Dengan Mendoakannya, Secara Tidak Langsung Kamu Ingin Melibatkan Tuhan Dalam Hubungan Kalian

Kamu ingin melibatkan Tuhan dalam hubungan kalian.

Restu orang tua saja krusial untuk menentukan sukses atau tidaknya sebuah hubungan. Bagaimana dengan restu Tuhan, penentu segala hal yang terjadi di dunia ini? Bukankah sepatutnya restu-Nya lah yang pertama kali kita cari? Sayangnya, banyak dari kita masih kerap melupakan logika sederhana ini.

Mendoakan orang yang kamu kasihi adalah bentuk usahamu untuk melibatkan Pecinta Teragung dalam hubungan yang sedang dijalani. Mendoakan pasanganmu bisa diibaratkan sebagai proses curhat seorang anak kepada orang tuanya. Dari situ, sang orang tua akan tahu bagaimana watak dan kebiasaan pasangan lewat cerita yang dituturkan.

Lewat doa-doa yang kamu panjatkan, dengan nama pasanganmu terselip di dalamnya, Tuhan akan tahu apa yang kamu harapkan dari hubungan yang sedang kamu rajut benangnya. Ia pun akan bisa menentukan, apakah ikatan ini memang layak dilanjutkan dan akan membawa kebaikan.

5. Tidak Perlu Orang Lain Tahu Bahwa Ada Kamu Disitu

Tak perlu orang lain tahu keberadaanmu.

Bagi beberapa orang, pendampingan dan perhatian terhadap pasangan harus ditunjukkan. Hal ini sering jadi bukti kemesraan dan harmonisnya sebuah hubungan. Bahkan banyak pasangan dengan gamblang mengumbar kehangatan hubungan mereka di media sosial, yang kemudian kita kenal dengan public display affection (PDA).

Padahal, bentuk cinta paling dalam justru terjadi saat seseorang memutuskan untuk terus memberikan yang terbaik bagi pasangan tanpa harus mendapatkan kredit dari orang lain. Ia hanya akan fokus untuk memenuhi segala kebutuhan pasangan, membahagiakan orang yang dikasihinya — bukan agar dibilang mesra atau bahagia. Namun, karena itulah hal yang sepatutnya dilakukan.

Mendoakan pasanganmu secara diam-diam menunjukkan keengganan untuk menonjolkan kebaikanmu di hadapan manusia lain. Cukup pasanganmu yang merasakan, cukup pada Tuhan kamu sampaikan beribu-ribu permohonan.

6. Mendoakan Diam-Diam Menunjukkan Kamu Tak Sedang Berhitung Dalam Hubungan

Doa diam-diam akan membuat kalian lebih bisa bertahan.

Secara tidak sadar, kita sering memperlakukan hubungan seperti sebuah pertandingan. Apa yang kita terima dari pasangan akan jadi patokan bagaimana kita bersikap balik kepadanya. Ibarat konflik, ada pola “tit for tat” yang tecetak dalam hubungan yang kini sedang dijalani bersama.

Bukankah cinta sepatutnya hanya fokus pada kerja memberi saja? Apa yang kita terima, jika hendak dimaknai, bukan lagi jadi kewajiban pasangan atau orang yang kita cintai. Tuhan dan semesta lah yang akan menentukan bagaimana balasan yang layak kita terima nanti. Kita hanya perlu terus bekerja keras dan mencurahkan segala yang kita miliki, sebaik mungkin.

Inilah kenapa mendoakan dalam diam bisa disebut sebagai bentuk cinta paling dalam. Saat kamu mendoakan seseorang, kamu akan mengesampingkan bagaimana perlakuannya selama ini padamu. Berapa banyak lubang kekecewaan yang telah ia bentuk di hatimu. Tanpa harus ia tahu, kamu akan melupakan kepahitan yang telah ia ciptakan. Sambil terus memohonkan agar yang datang ke hidupnya hanyalah kebaikan.

7. Doa Dalam Diam Memperlihatkan Bahwa Ia Tak Pernah Lepas Dari Ingatan

Menunjukkan bahwa kamu tidak pernah melupakannya.

Menaruh foto pasangan di dompet agar bisa terlihat sepanjang waktu, memasukkan tanggal bertemu atau pertama kali kencan ke kalender, berkirim kabar sepanjang hari — memang jadi cara untuk membuat pasangan selalu dekat di pikiran. Namun, mendoakan pasangan juga bisa jadi bukti nyata bahwa ia tak pernah lepas dari ingatan.

Ketika kamu menyisipkan namanya dalam doa-doa yang kamu panjatkan di tengah kesibukan, ini berarti kamu memaknai keberadaannya lebih dari sekedar pengisi waktu saja. Kamu mengingatnya sebagai makhluk yang layak untuk terus dibawa namanya dalam cakap paling intim dengan pencipta. Nah, mana yang lebih tidak mudah lupa: SMS-an setiap saat, atau mendoakan setiap ada kesempatan?

8. Doa Adalah Bentuk Ketulusan Tertinggi yang Bisa Kamu Berikan Pada Seseorang

Inilah bentuk ketulusan paling tinggi.

Sesempurna apapun pasanganmu, ia tetap punya kemampuan untuk menyakiti hatimu. Akan ada masanya kamu kecewa, merasa kehadirannya tidak dianggap, dan disia-siakan oleh pasangan. Cinta yang tidak tulus akan membuatmu mengutuki keadaan, menyalahkan pasangan, bahkan menyudutkannya.

Hanya perasaan tulus yang mampu membuatmu melupakan segala kepahitan yang telah ia ciptakan di hidupmu, sembari dengan ikhlas terus mendoakannya dan memohon pada Tuhan agar hanya kebaikan yang datang ke hidupnya.

9. Pasangan yang Saling Mendoakan Akan Lebih Kuat Bertahan

Berdoa bersama, bertahan bersama

Berdoa bersama, bertahan bersama via sweetleighmama.blogspot.com

Ada pameo yang bilang bahwa:

“The couple who prays together, stay together”

Doa, seabsurd apapun konsep itu bagimu, akan jadi kekuatan saat hubunganmu dan pasangan dilanda masalah. Kekuatan besar di luar dirimu akan jadi pegangan yang bisa membuatmu tetap bertahan dalam hubungan yang sedang limbung kapalnya itu.

10. “Kita Bertemu Dalam Doa Dulu, Ya?”, Adalah Kata Termanis Saat Pertemuan Fisik Tak Mungkin Dilakukan

Kita bertemu dalam doa dulu, ya?

Ditengah kesibukan yang menyita waktu dan tenaga, doa bisa jadi cara paling menentramkan hati untuk meredam rindu saat tak bisa bertemu pasangan. Terbiasa saling mendoakan diam-diam akan membuat kamu dan pasangan tidak lagi cemas ketika tak lagi bertemu fisik. Toh kamu dan pasangan masih bisa saling bertemu dalam doa, bukan?

 

Kalau dipikir-pikir, beberapa bulan terakhir ini, gue memilih sikap hanya bisa mendoakan ini sih. Soalnya gue belum tau dia gimana, seperti apa, rasa gue berbalas atau ga, dan lain sebagainya. Walaupun seorang sahabat gue beberapa bulan lalu pernah menyarankan buat lebih berani. Gue yang ga berani-berani, sampai akhirnya sahabat gue itu udah lelah sendiri, minggu lalu gue kasih info dan nanya pendapat pun dia udah no comment, dia hanya kasih saran supaya gue berdoa aja. Gue baru berani ‘menyuarakan’ secara intens dengan kata-kata yang lebih merujuk ke seseorang ya dua minggu terakhir. :blush:

 

Querido, você…

Ya, kamu yang telah memiliki beberapa rencana denganku dalam waktu dekat, yang mungkin akhirnya membuka blog ini dan membaca postingan ini… ketika berjauhan seperti beberapa bulan ini, hanya doa yang bisa diberikan. Poin kedua telah kuterima, semangat itu diberikan beberapa saat yang lalu. Walaupun entah kamu memposisikannya seperti apa. Buatku, itu masuk ke poin kedua. Terima kasih untuk beberapa semangatnya yang telah diberikan sekitar sebulan terakhir ini. 🙂

 

Sudahlah daripada gue makin kegulung ombak kalau semakin dibahas, mari sampai disini aja. 😀 Jadi, mari saling mendoakan. Entah untuk siapapun itu. 😉

Tchau!

Tunjukkan Cintamu – RAN


Ola!

Gara-gara #masihpagipagi I-Radio Jakarta tadi pagi. Gue jadi terngiang-ngiang lagu ini terus. Merasa tertohok dengan lagunya. :blush: Dengerin lagu ini pas akhir pekan nan panjang kemarin itu intens mengobrol via chat dan bahas banyak rencana yang pas dia ke Jakarta… bikin kegulung sendiri. :mrgreen: 😆

Entah sih selama ini sebenarnya dia udah merasa atau ga yang udah gue tunjukkan. Gue kan bukan tipikal orang yang frontal dengan ngomong, susah laahh… lagipula toh biasanya para pria juga masih ga nerima kan? 🙂 Gue hanya bisa menunjukkan via postingan quote, lagu-lagu yang pas sesuai, ataupun ya postingan di blog. :blush:

Ibnu Akmal, salah satu penyiar I-Radio, pernah bilang, “bilang lah. atau sebutin”. Ya, selama gue sendiri belum yakin sebenarnya dia gimana, belum berani lah. Hanya satu yang bisa gue lakukan, seperti saran dari seorang sahabat gue, “dibawa doa aja lah, chy. Tuhan kan yang tau apa yang terbaik buat lo”. Ya, hanya itu yang bisa gue lakukan.

 

Kuingin menunjukkan cintaku

Oh kepada belahan jiwaku

Tlah lama kumenanti waktu

Untuk mengungkapkan isi hatiku
Jangan kau berdiam dan menunggu

Cinta yang datang menghampirimu

Jika kau hanya berdiam diri

Hanya rasa sesal yang kan kau rasakan nanti
* 1

Tunjukkanlah rasa cintamu

Coba buat mereka tahu

Betapa indahnya dunia bila engkau sedang jatuh cinta
Berlarilah sekuat kau mampu

Hingga kau mendapatkan cintaku

Buktikan bila kau memang maumembuat ku berikan cinta ini kepadamu
Disaat matahari bersinar

Burung – burung pun mulai berkicau

Cintaku kan selalu membentang

Untuk kau arungi bersamaku
Tunjukkanlah rasa cintamu

coba buat mereka tahu

Betapa indahnya dunia bila engkau sedang jatuh cinta
* 2

showing my love is

what i m doing

doing….baby your love is what

i m looking for coz i really need ur sweet lovein

and every time i see you,i see you…..
back to * 1 and * 2
i feel so in love

u gotta show it to me…show it to me

show it me

showing it to you

 

 

 

Querido, você… see you soon!

Tchau!

Belajar bahasa


Ola!

18 hari ini gue mulai rutin belajar bahasa lagi. Sebenernya dari dulu seneng sih belajar bahasa, kebetulan pas di S1 bisa ambil beberapa mata kuliah pilihan. Ya disyukuri bisa dapat dasarnya selama satu semester.

Tapi namanya bahasa ya… Kalo ga digunain, ilang begitu aja. Beberapa bahasa yang pernah gue pelajari dulu pas SMA dan dua tahun terakhir kuliah di S1 hampir ilang gitu aja. Walaupun ada catatan-catatannya, tapi ya gue males baca ulang. Hehe. Jadi percuma lah. Paling yang gue inget hanya beberapa kata. Itu juga yang emang gue sering gunainnya. Sisanya? Biasanya cek google translate dulu. Ahahahha. 😆

Ada satu aplikasi yang udah gue gunain sekitar setahun atau 1,5tahun terakhir ini lah. Namanya Duolingo. Awalnya gue dikasih tau sama sepupu gue sih. Waktu itu gue ikut acara dari kedubes Italia. Gue ketemu sama dosen bahasa Itali gue. Dengan kemampuan bahasa Itali gue yang udah rendah banget, walo dulu udah sempat ambil kelas Itali dasar B, tetap lah gue loading lama. Sama tetap mengandalkan si google translate buat tau garis besarnya. Ahahhaha. Disitu gue ketemu sama murid-muridnya dosen gue itu, alias junior-junior gue. Kita jadi banyak sharing, salah satunya si Duolingo ini.

Abis itu gue download si Duolingo. Ternyata disitu bisa belajar beberapa bahasa sekaligus. Ya tergantung mana yang mau jadi fokus sih.

Kalo di hp cuma gitu aja. Sekadar latihan. Akhir-akhir ini gue suka latihan via webnya Duolingo. Ternyata kalo di webnya ada penjelasan tentang materi itu.

Alhasil, daripada gue lupa ya… Jadinya gue salin tuh materi belajar bahasa jadi satu postingan. Tapi, bukan di blog gue yang ini. Ada di satu blog gue lagi yang khusus catatan-catatan gue.

Kenapa ga digabung aja di blog ini? Soalnya biar lebih fokus. Sadar diri kok kalo di blog ini lebih random. Hihi. Suka-suka gue isinya mau apaan. Tergantung mood. Ya, namanya juga anak Feeling ya. 😀 :mrgreen: 🙈

Jadi, kalo mau liat catatan-catatan gue tentang belajar bahasa, cek aja disitu ya….

Eh, ini bukan endorse atau apapun ya. Murni karena emang gue pengguna aplikasi itu dan gue akuin itu aplikasi menolong lah buat yang mau belajar bahasa. Aplikasinya gratis kok. Walaupun bisa berbayar juga, jadi semacam donasi gitu lah. Tapi untuk saat ini gue masih gunain yang gratisannya. :mrgreen:

Tchau! 😉