In Allah We Trust :)


Andiana Moedasir ~ Serakan Ingatan di Batas Cakrawala

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allahlah sebaik-baiknya penolong.

✔ Rabbighfirlii (Tuhanku, ampuni aku)
✔ Warhamnii (Rahmati aku)
✔ Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
✔ Warfa’nii (Angkatlah derajatku)
✔ Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
✔ Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
✔ Wa’Aafinii (Sehatkan aku)
✔ Wa’fuannii (Maafkan aku)

View original post

WordPress emoticon


Abis jalan-jalan ke blog orang, terus penasaran sama emoteyang ada. Biasanya cuma smile (🙂 ), sad (😦 ), wink (😉 ), atau grin (😀 ). Makanya gue nyobacopy tuhemote.Kali aja ternyata bisa.😀

tes:➡

:mrgreen:

😯

😈

😳

Hore bisa!*norak mode:on*😆

Kembali ke Purworejo, Kembali ke tanah leluhur


Ola!

Yeay, setelah sekian bulan akhirnya posting lagi di blog. Hehe.:mrgreen:

Tahun ini, hitungannya gue dua kali mudik. Lebaran kemarin seperti biasa pulang ke Lampung buat nyekar. Kemudian di akhir Juli, mulai masuk minggu terakhir bulan Syawal, gue ke Purworejo. Sayangnya gue ga sempat nyekar ataupun mampir dan ketemu sebentar dengan keluarga disana. Ya, gue ke sana untuk tugas. Mampir ke kantor yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan rumah eyang gue disana, tapi ga sempat mampir. Bahkan untuk ketemu sebentar dengan om gue pun ga jadi. Hiks.😦

 

Alhamdulillah, gue bersyukur ketika mendapat tawaran untuk terlibat di satu kerjaan yang locus-nya di tanah leluhur. Yeay, gue bisa mudik!😀 Gue sangat excited dari awal, sehari sebelum berangkat survey sekaligus ambil data, gue berasa ga sabar. Eh sebelum berangkat gue ketemu sama perwakilan narasumber dari sana sih. Itu aja udah excited, berasa ketemu saudara. Hahaha.:mrgreen:

Gue merasa jadi lebih mengenal tanah leluhur. Gue jadi tau segala tentang Purworejo dengan terlibat di kerjaan ini. Jadi tau juga karakteristiknya. Purworejo memang tanah leluhur. Eyang Kakung dan Eyang Uti asli sana. Adik eyang uti pun ada disana, masih ada beberapa saudara jauh juga, seperti sepupu-sepupunya eyang. Tapi gue mana kenal dekat kan ya. Pas ditanya sama perwakilan dari sana Purworejo-nya mana pun gue mikir lama dulu. Hahahaha.😆

Kunjungan kemarin sangat singkat, 3 hari 2 malam, tgl 28-30 juli. Eh 2 hari 2 malam hitungannya sih. Gue sampai Purworejo jam 19.30 dan kembali ke Jogja jam 09.30. Dari waktu yang sangat singkat itu gue ketemu sama berbagai lapisan di Purworejo, mulai dari bupati, dandim, kalak, staf, hingga masyarakatnya.

Masyarakat Purworejo itu terlalu peduli

Rasa persaudaraan yang begitu kuat membuat rasa kepedulian masyarakat purworejo tinggi. Itu gue rasain juga sih. Terlalu peduli dengan orang. Hehe. Wejangan dari nyokap, yang sebenarnya wejangan dari eyang kakung dan eyang uti juga, untuk peduli dengan orang yang lebih susah. Kalau ada yang dalam kesusahan ya dibantu. Sepunyanya kita. Ternyata ajaran itu gue liat di Purworejo sana. Ada di satu lokasi, pas hari pertama kejadian, para pemuda keliling desa mengumpulkan sumbangan untuk saudara mereka yang menjadi korban hanyut karena terbawa air dan rumahnya hancur karena longsor. Mereka berhasil mengumpulkan sekitar 800ribu dalam semalam. Itu baru dari masyarakat disitu saja. Di desa itu juga paginya langsung mencari korban yang terkena longsor dan mendapatkan 2 korban. Ya, salah satu contoh tingginya rasa kepedulian itu. Contoh lain, kejadian bulan Juni 2016 lalu membuka rekening Peduli Purworejo. Orang Purworejo dari berbagai daerah dan kalangan memberikan sumbangan disitu. Rekening itu dibuka selama masa tanggap darurat oleh pemerintah purworejo dan bpbd purworejo yang bekerja sama dengan Bank Jateng. Total donasi hingga hari terakhir tanggap darurat adalah 1,2 milyar rupiah.

Bantuan untuk para korban pun sangat mencukupi. Masyarakat terdampak dan korban sudah dapat kembali ke rumah masing-masing sehari sebelum lebaran.  Khusus korban yang rumahnya hancur akibat tanah longsor, mereka berada di rumah saudara dan beberapa dikontrakan rumah. Desa yang terkena dampak pun saling membantu satu dengan lainnya, baik memberikan tempat pengungsian ataupun menyerahkan bantuan yang mereka terima ke desa yang lebih membutuhkan.

Kemarin gue ke tiga kecamatan, salah satunya adalah kecamatan Loano. Sebelum kesana, nyokap pernah cerita kalau salah satu saudara jauh gue disini memang dari kecamatan itu. Ya tapi mana kenal lah ya. Hehe. Selama disana berasa mau napak tilas deh. Efek sebelumnya diceritain ada dimana aja. Gue kesana baru 2 atau 3 kali, terakhir sebelum kemarin itu pas sma kalo ga salah, Sekitar 11 tahun yang lalu. Rumah eyang gue pun samar-samar ingatnya.:mrgreen:

Kembali ke Purworejo, kembali ke tanah leluhur, terasa ingin kembali menyambung tali silaturahmi. Terbiasa dari dulu nyokap cerita tentang keluarga Purworejo, diberitahu adik-adiknya eyang uti walau tidak terlalu dekat. Dibandingkan saudara nyokap yang lain, nyokap memang lebih sering datang dan lebih kenal dengan keluarga Purworejo. Gue ga hafal sih sama urutannya, cuma tau ada banyak keluarga Purworejo yang di Jakarta, sama dikasih tau tempat tinggalnya aja. Kalau di Purworejo pun adiknya eyang uti yang di daerah Sindurjan dan saudara-saudara dari eyang kakung di daerah Seren. I want to know them. Semoga saja kunjungan berikutnya gue bisa ketemu sama om gue yang disana buat dibawa ke rumahnya eyang dan makamnya mbah. Hasil pemikiran random gue kemarin, ‘ya siapa tau kan ya gue emang mudiknya ke sana lagi’.:mrgreen:😆

See you again, Purworejo! Soon!

[Review] Criminals


                      ‘Criminal’ movie poster

 

Jenis Film : Action, Crime, Drama
Produser : Chris Bender, J.c. Spink, Boaz Davidson, Lati Grobman, Mark Gill, Matthew O’toole
Sutradara : Ariel Vromen
Penulis : Douglas Cook, David Weisberg
Produksi : VVS Films

Ola!

Sebenarnya mau nulis ini dari minggu lalu sih, pas pulang nonton. Tapi terus males buka laptop dan malah lupa. Hehe.:mrgreen: Gue nonton ini pas tanggal 11 Mei, pulang dari birthday trip Dea, bocah yang dibilang kembaran gue di kampus sekarang. Pulang dari curug nangka dan makan siang menjelang sore, kita ngerandom mau nonton. Gue sama aya belum nonton aadc. Terus gue cek 21cineplex deh di Bellanova ada film apa aja. Kenapa disana? Soalnya di daerah Bogor, paling murah ya Bellanova. Hahaha.😆 Disana cuma ada tiga film: criminal, AADC, civil war. Yang ulang tahun mau nonton film ini pas gue bacain sinopsisnya, eh sebelumnya sempet galau sih tuh anak. Pas udah masuk tol BORR, dia bilang, “kalau nonton criminal aja gapapa kan?” Yasudah kita nonton film ini jadinya.

Apa sinopsisnya?

Seorang narapidana berbahaya Jericho Stewart (Kevin Costner) menjadi target pemerintah dan teroris setelah ia diketahui memiliki memori penting dari Bill Pope (Ryan Reynolds), seorang agen CIA yang tewas dalam sebuah misi.

Jericho kini harus menggunakan segala pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya untuk mampu menyelesaikan misi dan bertahan hidup.

Sinopsis itu gue ambil dari webnya 21cineplex.

Gimana filmnya?

Gue dan teman-teman gue termasuk yang menyesal menonton film itu. Kenapa? Agak ga masuk di akal aja sih sama ceritanya. Ada beberapa plot yang bolong dan ga masuk logika. Kalau action-nya sih oke lah ya, tapi beberapa plotnya itu yang bikin geregetan. Aya sampe nyeletuk, “wah, ini mah konspirasi!”😆

*spoiler alert* Jericho memang dapat memorinya si Bill Pope, akhirnya dari seorang psikopat dan sama sekali ga bisa ngerasain emosi, dia jadi punya emosi. Yang tugas itu kan CIA, lokasinya di London, tapi misinya itu melibatkan pihak rusia juga, ya ada negara lain yang terlibat tapi intinya mah antara US dan Rusia. Eh yang jadi target sih orang Spanyol kalau ga salah. Si target yang jahat ini idealis, nah target yang harusnya dilindungi dan mau ngejual yang jadi misi itu juga idealis. Ya gitu deh. Gue lupa detailnya. Abis udah geregetan. Masa MI6 atau pemerintahan UK ga berbuat apa-apa negaranya diacak-acak dan dijadiin ‘area tempur’ negara lain. Mungkin karena dapat beberapa pengetahuan seputar itu di kampus kali ya, kan jadi geregetan. Tiap nonton jadi ribut dan geregetan.😛

 

Kalau disuruh nonton ini lagi gue bilang, “makasih”. :mrgreen: Tapi bebas sih kalau masih pada penasaran. Ya kan penilaian orang beda-beda ya….🙂

Ciao!

 

Tips & trik menjaga dan kasih makan kucing liar


Ola!

Sebagai penggemar dan pecinta kucing, dari dulu pasti hobi manggilin kucing-kucing. Dimanapun berada pasti manggil.😆 Tapi gue baru benar-benar tertarik buat mulai rutin kasih makan kucing dan merhatiin segala sesuatu tentang perawatan kucing itu beberapa bulan terakhir ini. Gue ga melihara kucing di rumah. Dari kecil emang ga boleh, soalnya alergi debu dan bulu. Walaupun gue mah bandel terus tiap ketemu kucing dipanggil dan main. Hahaha.:mrgreen:

Semakin tau tentang dunia kucing, jadi makin tau tentang adopsi kucing dan perawatannya, tentang kucing yang diselamatkan, kampanye steril, dan lainnya. Sejauh ini gue memang ga bisa adopsi kucing, kasih makan pun seadanya tanpa gue atur jamnya. Hal yang bisa gue bantu untuk para kucing yang kurang beruntung itu hanyalah doa dan bantu sharing di facebook dan media sosial lainnya. Dari dunia kucing ini gue juga jadi nambah kenalan di ‘dunia’ yang sama, sama-sama suka kucing, sama-sama pecinta kucing. Dari mereka lah gue banyak belajar tentang dunia kucing.

Ini ada beberapa tips dan trik tentang menjaga dan kasih makan kucing liar dari salah satu kenalan gue di facebook, akunnya Emak Kucing. Ini berdasarkan pengalaman dia dengan kucing-kucing liar.

Menjaga kucing liar

1.  Jika melihat kucing liar mengorek-korek sampah atau bahkan menggulingkan tempat sampahnya maka bersihkan dan bereskan kekacauan yang ada dan jika memungkinkan beri mereka makanan.

2.  Jika melihat ada kucing yang mengambil makanan dari pedagang (makanan utuh ya entah itu ayam goreng, ikan, dlsbgnya) hampiri si pedagang dan bayar apa yang dimakan si kucing tadi.  Katakan kalau kita mentraktir mereka dan supaya si pedagang juga tidak rugi.  Jangan lupa beri senyum paling manis biar pedagangnya makin bingung.  Ini akan memberi kesan yang sangat kuat.  Kesan bahwa dunia semakin gila itu benar. Ngoahahahhaa…

3.  Jika melihat kucing di lesehan kaki lima atau warung makan puji pemilik dan pegawainya, katakan sesuatu yang manis seperti, “Kucing disini bagus-bagus  ya, jadi senang makan disini”, sambil ngasih sepotong makanan buat meongnya. Semua orang suka dipuji, dan ketika kita membuat pemilik warung senang dia akan merasa kucing-kucing di sekitarnya bukan sebuah ancaman atau hama yang harus disingkirkan.  Sudah terlalu banyak orang yang menendang dan mengusir kucing dari warung makan, mari beri contoh apa yang sudah seharusnya kita lakukan.  Tebar lope-lope.

Kasih makan kucing liar.

Tips dan trik memberi makan kucing liar yang baik meskipun agak kurang benar

1. Memberikan potongan daging ayam atau ikan sudah masuk kategori aneh karena orang normal biasanya hanya akan memberi tulang atau melemparkan kepala begitu saja, oleh karena itu ketika kita hendak memberikan ayam atau ikan usahakan jangan over akting, lakukan dengan santai dan perlahan.  Meskipun over akting disini agak rancu sih ya, mungkin bagi kita biasa tapi bagi orang lain aneh, jadi ya dimodifikasi sendiri aja deh.

2. Pernah dengar istilah “Kalau gak enak kasih aja ke kucing”?  Nah, bisa jadi inilah yang membuat para pedagang tersinggung dan cemberut kalau kita memberikan potongan daging kepada kucing saat kita mampir ke warung makannya.  Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa memberi makan kucing tanpa mengurangi rasa hormat kepada pemilik warung?  Jatuhkan potongan daging itu dengan seolah-olah tidak sengaja, kalau perlu sertai dengan ucapan, “Yah jatuh… ya sudah rejekimu ini pus.  Mas aku pesen ayam penyet 1 ekor lagi ya gak usah sambel deh.”  Kalimat yang kedua bisa diucapkan jika Anda yakin uang di dompet Anda memadai.

3. Jika saat makan di warung Anda menjumpai seseorang yang mengusir kucing, coba tahan emosi dulu, kalau sekedar syuh-syuh atau mengusir dengan kaki tapi pelan masih bisa dimaafkanlah, tapi kalau sudah sampai menendang tidak usah adu mulut dengan pelakunya karena ini akan merusak selera makan.  Cukup panggil kucingnya saja, “Pus! Pus! Sini! Ciyeeeeee…. ditendang nih yeeee… Keciaaaannnn deeehhhh!  Cini cini, jatah makanmu hari ini dari aku Pus.  Salah orang kamu tadi.  Nih, maem yang banyak ya.”, lalu berikan potongan daging yang besar padanya.  Kita mah cukup nasi sama kulit ayamnya ajah plus sambel yang banyak. #akurapopo  Percayalah tindakan seperti ini jauuuuuhhhhh lebih makjleb untuk si pelaku daripada kita marah-marah.  Yang akan kehilangan selera makan hanya dia saja sedangkan kita justru akan makan dengan perasaan senang dan puassssssssssss!!!
Oh ya jangan lupa lemparkan senyum termanis kita dari lubuk hati yang paling dalam untuk si dia, dan kalau ditanya kenapa senyum-senyum bilang aja terimakasih ya mas mbak karena dirimu sudah memberiku kesempatan berbuat baik kepada makhlukNya.  Eeeaaaa… 
Aku belum pernah sampe ditanya gitu sih tapi paling tidak aku sudah siap dengan jawabannya. :p

4. Bagaimana kalau kita pergi makan dengan teman atau saudara yang tidak suka kucing?  Cara paling aman adalah menghindari pergi bersama mereka ke tempat makan yang terindikasi akan adanya kucing liar, tapi jika sudah sangat terpaksa sebaiknya sediakan kresek dari rumah.  Saat makan usahakan tidak memanggil si meong, tapi setelah selesai makan kumpulkan makanan yang tersisa dalam satu kresek, letakkan di salah satu sudut yang banyak kucingnya, dan berpesanlah pada karyawan atau pemilik warung untuk membiarkan mereka makan disitu, misalnya “Mas, kucing-kucing ini biarin makan disini ya, tulang-tulangnya tadi sudah aku kumpulin biar mereka gak ngacak-ngacak sampah atau ganggu masnya pas cuci piring.”.  Pasti jawabannya iya.  Percaya deh.  Ini sekaligus cara kita memberi info kepada para karyawan atau pemilik warung untuk mengumpulkan sisa makanan dalam satu wadah agar para kucing tidak mengacak atau menganggu tamu yang sedang makan.  Yah sambil menyelam minum es teh lah.

Kita ini hidup berdampingan dengan manusia lain.  Kita tidak bisa setiap saat menuntut orang lain memahami kita, oleh karena itu kitanya yang harus pandai-pandai beradaptasi. Ini juga demi keamanan kucing liar itu sendiri.

Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menyayangi hewan seperti kita, tetapi kita bisa memberi contoh bagaimana menyebarkan kebaikan.  Tujuan yang baik harus dilakukan dengan cara yang baik.  Jangan sampai kecintaan kita terhadap binatang mematikan toleransi kita kepada sesama manusia.

Status ini merupakan sekuel dari status yang ini https://www.facebook.com/emak.kucing/posts/887895414666829

Dua jenis tips dan trik itu dari statusnya Emak Kucing. Udah izin buat copy ke blog dan dibagikan ke yang lain. Kenapa gue tulis dan dijadikan postingan? Biar ga lupa. Selain itu, yuk sama-sama belajar untuk menjaga para kucing liar! Mereka makhluk hidup juga, kasian kalau harus disakiti. Mereka bandel dengan mencuri makanan karena kelaparan, hidup mereka tersiksa di jalan. Jangan ditambah dengan dipukuli, dilempar, atau bahkan disiram air panas.😦

Ciao! Keep paw!

[Review] Descendants Of The Sun


Descendants of The Sun

 

Ola!

Setelah sekian lama akhirnya gue nulis lagi review drama Korea.😆 Gue udah lama ga ngikutin drama korea. Pas orang-orang heboh drama ini pun gue masih biasa aja. Tapi terus gue penasaran juga setelah bosen nonton tv series the librarians dan the flash. Penasaran gara-gara poster itu. Selain itu, efek ‘ngerampok’ film dari satu orang yang sebagian besar filmnya ya lebih ke actionwar, dan sejenisnya. Jadinya gue tertarik nonton k-drama ini.:mrgreen:

Profile

  • Drama: Descendants of the Sun (English & literal title)
  • Revised romanization: Taeyangui Hooye
  • Hangul: 태양의 후예
  • Director:Lee Eung-Bok
  • Writer:Kim Eun-Sook, Kim Won-Suk
  • Network:KBS2
  • Episodes: 16
  • Release Date: February 24 – April 14, 2016
  • Runtime: Weds. & Thurs. 22:00
  • Language: Korean
  • Country: South Korea

Tentang apa ceritanya?

Inti ceritanya tentang tentara dan dokter yang pacaran. Itu intinya sih. :-p Ini plot cerita yang ditulis oleh asianwiki.com:

Shi-Jin (Song Joong-Ki) is the captain of the special forces. He catches a motorcycle thief with Sergeant Major Dae-Young (Jin Goo). The thief is injured during his capture and is sent to the hospital. Dae-Young realises his cellphone was stolen by the thief and goes to the hospital to retrieve his cellphone.

In the emergency room, Shi-Jin meets Dr. Mo-Yeon (Song Hye-Kyo) for the first time. He falls in love with her immediately. Mo-Yeon mistakenly assumes Shi-Jin is part of thief’s criminal gang. He proves to her that he is a soldier with the help of army doctor Myeong-Joo (Kim Ji-Won).

Shi-Jin and Mo-Yeon begin to date, but due to their jobs their dates don’t go well. Shi-Jin takes an order to lead his soldiers on a peacekeeping mission to the country of Uruk. Meanwhile, Mo-Yeon becomes upset that she fails to become a professor due to a colleague’s privileged background. When Shi-Jin and Mo-Yeon meet again, they talk about their views on life and realise how different they are. Shi-Jin, as a soldier, kills to protect lives and Mo-Yeon, as a doctor, tries to save all lives. They say their goodbyes.

Di setiap episode ada subcerita lainnya. Bagaimana kisah hidup mereka ketika di Urk dan setelahnya. Ada ketika bencana gempabumi, penyakit setelah bencana, kehidupan di tempat konflik, dan lain sebagainya. Diceritakan bagaimana kehidupan militer dan orang-orang terdekat mereka, terutama pasukan khusus. Selain itu ada sedikit cerita tentang kehidupan dokter di rumah sakit, sekilas doang sih.

Gue nonton ini jadi ingat beberapa cerita dari materi kuliah di kampus. Disebutkan bencana sebagai OMSP, digambarkan pula rumah sakit lapangan, dan lainnya. Ya, kalau pasukan khusus yang dikirim itu mengingatkan akan para pasukan garuda yang dikirim oleh pemerintah kita untuk bergabung dengan PBB di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian. Pasukan Garuda, selama gue setahun di mess, silih datang berganti. Mereka latihan dari pagi sampai malam. Lari pagi, siang, sore. Mereka membawakan yel2 pasukan garuda setiap saat sampai gue dan teman-teman lain di mess hafal, orang mereka baraknya tepat di belakang mess.:mrgreen:

Terbayang ketika para anggota pasukan itu pergi, keluarga yang mengiringi kepergian mereka. Ketika mereka kembali pun terlihat kegembiraan keluarga mereka pas berkumpul. Di tv series ini memang terfokus ke drama percintaannya, ya namanya juga drama. Tapi sedikit menggambarkan para pasukan itu. Huhu, kangen mess jadinya.😦

Jadi gimana penilaian tv series ini? Buat gue sih oke, keren. Gue kasih 9 dari 10.😀 Pemain favorit? Kalau orang-orang mengeluelukan Song Joong-Ki sebagai Yoo Shi-Jin karena perannya kece, gue entah kenapa lebih senang memperhatikan Jin Goo sebagai Seo Dae-Young. Song Joong-Ki terlihat mukanya bocah buat gue. Hahaha. Lagipula dia mengingatkan pada seseorang beberapa tahun lalu. Sudah cukup tersepona pada macam itu beberapa tahun yang lalu, yang tengil tapi serius. *kemudian kegulung ombak gara-gara ingat masa lalu* :p

Sudahlah daripada dibilang belum move on, mari kita tutup saja review ini. Wajib nonton sih buat yang suka film action, comedy, drama. Semua genre itu ada di tv series ini. Bikin ketawa, tegang, nangis.

Ciao!

 

 

 

Jiwa yang Sanggup Meredam Gempa – Raditya Nugi


Orchid Book Review

Cover 'Jiwa yang Sanggup Meredam Gempa' ‘Jiwa yang Sanggup Meredam Gempa’

Judul: Jiwa yang Sanggup Meredam Gempa

Penerbit: Bypass

Tanggal, Bulan, Tahun Terbit: 24 Februari 2016

Jumlah Halaman: 260 halaman

ISBN: 9786021667248

Harga: Rp 57.000,-

Cinta bisa tumbuh di mana saja. Bahkan di reruntuhan bencana. Ia juga bisa menyelinap di ruang paling gelap dalam diri seseorang. Itulah yang dialami Laksmi Astuningtyas dan Agam Rangkheum—relawan gempa Yogyakarta.

Di posko bencana, relawan dan korban saling menyembuhkan dengan pengalamannya masing-masing. Begitu pun yang terjadi pada Laksmi dan Agam. Cerita-cerita di posko bencana dan kehangatan senyum para korban, sanggup meyakinkan mereka bahwa harapan tak mudah takluk meski diciderai kehidupan.

Ola!

Akhirnya gue ga hanya niat untuk bikin review dan resensi buku. Kali ini buku yang judulnya Jiwa yang Sanggup Meredam Gempa, karya Raditya Nugi. Buku ini bercerita tentang relawan yang terjun langsung ketika terjadi bencana gempabumi di Yogyakarta tahun 2006. Beberapa dari relawan itu pernah menjadi korban, bukan secara…

View original post 643 more words

Tantangan GPU 42


image

Ola!
Akhirnya Tantangan GPU 42 selesai juga. Tantangan itu berlangsung dari tanggal 16 Februari-28 Maret 2016. Alhamdulillah gue lengkap mengikutinya. Ga ada yang terlewat. Yah, hampir terlewat, ada yang telat gue upload dua hari. Hehe.:mrgreen:

Apa saja tantangannya? Bisa dicek di foto di bawah ini.

image

Sebenarnya ada pilihan untuk mengikuti itu, pilih salah satu sosial media, yaitu twitter, instagram, atau fanpage gramedia di facebook. Gue memilih instagram. Kenapa? Karena gue lebih bisa berekspresi disitu. Untuk buku yang memang gue punya, gue bisa mengatur angle fotonya, kalau memang ga ada ya gue masih bisa merangkai kata di captionnya. What a perfect choice for me!😀 Lagipula bisa gue sinkronisasikan ke twitter, jadi sekalian. 😁

Ini hasil tantangannya di instagram gue, @IchyFitri, *abaikan beberapa postingan lain* 🙈😸

image

image

image

image

image

image

Untuk urutannya bisa dilihat di instagram ya…. Dari 42 hari tantangan, yang jadi favorit adalah tantangan ke-42 untuk membuat video. Ya, memilih beberapa foto agak susah sih. Untuk video singkat. Hehe.

Tantangan GPU 42 ini membuat gue membuka rak buku di rumah, mencari buku-buku lama yang pernah dibaca, mengingat-ingat apa yang menjadi favorit, buku mana yang menjadi kenangan, dan lain sebagainya. Karena tantangan itu juga gue jadi mengenang buku pertama yang gue punya dan gue baca sejak kecil. Ada satu buku favorit pas sebelum TK, yaitu ‘Loreng Sakit Gigi’. Gue hafal jalan ceritanya. Selain itu masih ada beberapa seri pustaka kecil lainnya. Biasa dibacakan cerita sebelum tidur membuat gue suka membaca. Hmmm… kangen buku-buku itu. Sayang sekali sudah tidak ada bukunya, gue juga ga ketemu cetakan terbarunya. Semoga saja GPU menerbitkan kembali.

image

image

image

Buku lain yang mengiringi perkembangan gue adalah seri lima sekawan. Pas sd pasti gue baca itu. Tiap libur sekolah beli satu bukunya. Sekarang entah pada kemana. Hiks. Selain itu berganti ke seri Harry Potter. Walau ga punya secara langsung, gue baca serinya dengan minjam teman, dipinjamkan anak teman mama, serta pinjam ke perpustakaan.

image

Mulai dari akhir SMA, gue mulai membaca teenlit. Pertama kali baca karya teh Primadonna Angela. Hingga sekarang gue baca hampir seluruh karyanya. Ada beberapa sih yang belum dibaca. Hehe.:mrgreen: Ini koleksi karya Teh Donna yang gue punya. Semoga suatu hari kembali lengkap, termasuk karya terjemahannya.

image

Koleksi gue pun bertambah seiring bertambahnya genre bacaan. Gue mulai membaca metropop, amore, dan harlequin atau historical romance. Ga hanya itu, ketika kuliah gue mulai membaca buku-buku nonfiksi juga. Gue membaca apapun yang menurut gue menarik. Karena gue ingin menjadi bagian dari apa yang gue baca.

image

Buku adalah rumah buat gue, tempat gue kembali. Namun, buku itu juga menjadi sebuah kendaraan, untuk mendapatkan informasi.

image

Setiap buku mempunyai keajaibannya sendiri. Buku apapun yang kita baca sesuai kebutuhan akan menghasilkan keajaiban untuk kita. Tapi, hanya buku yang bagus, ya! Kita harus pintar juga memilih buku, ada beberapa buku yang tidak bagus dan malah menyesatkan kita. Setiap memilih buku, baca review, cari tau penulisnya, cari tau penerbitnya. Kalau sudah lebih ‘pengalaman’, bisa sekalian cari tau tentang editornya. Editor ibarat pembimbing, editor yang kece, hasil bukunya juga kece.

image

Baiklah, sepertinya tulisan gue kali ini lumayan panjang. Mari kita akhiri saja. Terakhir, buon compleanno Gramedia Pustaka Utama! Happy birthday! Selamat ulang tahun! Semoga GPU semakin berkembang dan semakin jaya. Semoga GPU selalu menghasilkan buku-buku bagus dan berkualitas. Semoga GPU selalu meningkatkan SDM-nya–baik editor, penulis, ilustrator, proofreader dan para kreator lain yang berperan dibalik sebuah buku– sehingga buku itu menghasilkan keajaiban bagi pembaca.

Ciao!

[Review] The Tower (2012, Korean Movie)


The Tower

The Tower

 

Ola!

Setelah tahun 2015 lalu gue nonton film San Andreas yang tentang bencana, hari ini baru aja nonton film The Tower. Sebuah film korea yang tentang bencana pula. Kalau San Andreas tentang bencana gempabumi, The Tower tentang bencana kebakaran. Sebenarnya film the Tower ini termasuk film lama, rilis tahun 2012. Tapi gue baru dapat filmnya dua hari yang lalu dari teman gue yang juga salah satu staf K3 di UI. Dia yang merekomendasikan itu. Thanks, tam! 😀

The Tower bercerita tentang kebakaran yang terjadi di satu gedung bertingkat di Korea. Gedung itu bernama Sky Tower, memiliki 80 lantai. Malam natal yang seharusnya bahagia, menjadi sebuah tragedi dan duka. Pesta malam natal menjadi bencana. Geregetan sih nontonnya. Soalnya di scene awal udah ada ‘peringatan’ tentang sistem keamanan gedung dan mitigasi ketika bencana tapi ga ditanggapi, tetap saja dengan maunya si direktur, ujung-ujungnya terjadi bencana. Di film ini juga digambarkan sosok pemimpin yang egois. Prioritas penyelamatan korban ga sesuai dengan yang gue tau. Kan makin geregetan nontonnya.:mrgreen:

Satu gedung mewah, tertinggi, bergengsi, tapi tidak memiliki peralatan yang memadai untuk mitigasi bencana. Ketika awal ‘pesta’, tidak dijelaskan juga prosedur evakuasi kalau terjadi sesuatu. Ketika kaca pecah dan mulai kebakaran akibat tubrukan helikopter yang jatuh, semua panik dan tidak ada petugas gedung yang mengarahkan langsung. Diarahkan dari pengeras suara, tapi ga pengaruh, semua orang sudah panik. Lift tetap digunakan yang akhirnya memakan korban. *ups spoiler*

Ceritanya seru sih, penggambarannya juga. Film ini juga menggambarkan usaha orang-orang untuk evakuasi dan menyelamatkan diri, serta diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran. Terharu ada yang mengorbankan dirinya juga demi menyelamatkan orang lain. Hiks. *maafkan sedikit spoiler lagi*

 

Dibalik film

Berdasarkan website imdb, film ini mendapat nilai 6,5.

Directed by

Ji-hoon Kim

Writing Credits

Sang-don Kim (screenplay)
Ji-hoon Kim (adaptation) &
Yeong-ah Yoo (adaptation)

Stars:

Sang-kyung Kim, Ye-jin Son, Kyung-gu Sol

Lebih lengkapnya liat disini ya.:mrgreen:

 

Trailer

 

Kalau ada yang penasaran silakan cari ya filmnya.😛 Semoga aja filmnya bisa dijadikan renungan buat bikin mitigasi yang jauh lebih baik sehingga meminimalisir risiko, korban dan kerugian.

 

Ciao!