Rangkuman Twit @PenerbitMizan #IslamTuhanIslamManusia


Assalamualaikum. Ola!

Siang-siang baca twitter di kantor, pas banget Penerbit Mizan lagi live twit acara Bedah Buku di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ya mari merangkum ini buat jadi pengingat. 🙂

 

[HB] Dari sejak zaman Nabi, sudah banyak penafsiran yang berbeda mengenai Islam dan tata cara ibadahnya (fiqih)

[HB] Penafsiran hadits, bahkan di zaman Nabi sudah berbeda-beda

Islam Tuhan yaitu Islam (dalam tafsir manusia) dan Islam untuk (kebahagiaan) manusia

Semua (tafsir) Islam kebenarannya relatif

Semua (tafsir) Islam (punya kemungkinan) Benar (karena itu, saling belajarlah)

Islam untuk kebahagiaan manusia bisa berarti menyenangkan Tuhan = menyenangkan manusia

[HB] Berislam dg hati yg benar dan ikhlas. Bila hati bersih, maka manusia bisa menampung kebenaran dari Allah SWT

[HB] Islam Tuhan itu mutlak. Islam manusia itu relatif

Ambil pandangan org lain ttg Islam. Semakin banyak kita mengapresiasi, maka islam kita makin utuh, krn kita belajar

Sumber kekacauan dalam Islam karena banyak orang merasa benar dengan Islam-nya masing-masing

Menyenangkan Tuhan yaitu dg cara Rahmatan lil ‘alaamiin. Menjadi rahmat bagi semesta alam.

Menyenangkan Allah dg cara yg sama, saat Allah menurunkan Islam, sebagai agama yang penuh rahmat bagi semesta alam

Takfirisme, gejala yg terjadi di masyarakat saat ini, dimana mudah mengkafirkan org yg tidak sepaham dlm keislaman

Jangan mudah mengkafirkan, budaya atau ritual lokal yang ada di sekitar masyarakat

Karena Budaya atau agama lokal, kemungkinan peninggalan Nabiyullah yang totalnya mencapai 124.000

Kecintaan pada Allah seharusnya menjadikan kita baik kepada sesama dan menghargai kepercayaan orang lain

Islam itu adalah agama cinta

[AG] Agama diturunkan dalam kategori-kategori kemanusiaan

[AG] Allah itu diimani bukan diketahui

 

Semoga bisa buat pengingat diri. 🙂

Tidak ada yang kebetulan….


image

Ola!

Ini pikiran random sekitar beberapa hari yang lalu pas mau tidur dan ga bisa tidur. Alhasil gue ubek-ubek pinterest dan nyari quotes tentang satu kalimat ini, ‘kebetulan‘. Langsung gue masukin draft sih, tapi terus males nulis. Hahaha. Maapkeun, seperti biasa mood gue balik turun. :mrgreen:

Pernah ga mikir atau ngebatin, ‘eh kebetulan nih!’ atau ‘wah! kebetulan!’, pas ngalamin kejadian atau pas ketemu orang? Gue sering sih. Hehehe. Entah kenapa gue merasa lingkungan gue itu-itu aja. Sebenarnya gue udah main kemana-mana sih. Tapi setiap ketemu orang baru, entah gimana kenalan baru gue itu ternyata kenal sama salah satu teman gue dari lingkungan lama.

 

image

 

Memang, semua yang terjadi di dunia ini pada semua orang memang ada alasan. Apapun alasannya, terkadang kita tidak tau sampai pada waktunya. Hanya yang sudah menuliskannya sejak awal yang mengetahui apa alasannya, ya, hanya pencipta kita, Allah SWT. Terkadang, atau lebih seringnya, kita bingung kenapa terjadi, kenapa ketemu dengan orang tersebut, kenapa kenal dengan orang tersebut, kenapa ada di lingkungkan tersebut, dan lain sebagainya. Gue pun sama. Kenapa akhirnya gue nulis ini? Buat jadi pengingat diri sendiri. If you know, writing is best self healingmaybe it’s work for me. 🙂

 

image

Ya, gue pernah mendengar ini, tapi lupa baca dimana atau mungkin ada kalimat ini juga di salah satu film yang gue tonton. Semesta dan alam mungkin memberikan tanda-tanda, cuma kita aja yang ga peka. Ketika ada masalah, kita sering lupa akan hal itu. Allah sebenarnya sudah memberikan ‘tanda’ dan petunjuk ke kita bagaimana menyelesaikannya, kita yang tidak peka untuk mengetahuinya. *self noted*

image

image

Ketika setelah menyelesaikan ‘masalah’ atau kesulitan, seringkali kita lupa bahwa itu semuanya ga pernah random. Selalu ada hubungan. Kita selalu terkejut atas semua hubungan itu. Mungkin yang dapat kita lakukan hanya mendekatkan diri kepada-Nya. Ya, sering kali kita mendengar, ‘Allah SWT tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hambaNya’. Ya, semua pasti berlalu. *self noted again*

image

Jadi apa yang kita lakukan? Seperti quote itu, lapang dada untuk menerima skenarioNya dan memperbaiki diri. Berharap skenario yang jauh lebih baik akan segera tiba. *self noted again, ini terlalu banyak catatan untuk diri sendiri sepertinya*

image

Mari memperbaiki diri dan merenungi semuanya. Yakin semua pasti berlalu. Dear rasa malas, segera pergi dari diri ini. Semoga segera datang skenario yang lebih baik.

Ciao!

 

Animal hoarder


Ola!

Hampir seminggu ini di timeline facebook ramai dengan kasus shelter gunung sindur. Tentang hewan-hewan, para kucing dan anjing, yang diselamatkan oleh para rescuer. Sedih baca beritanya dan liat foto-fotonya. Mau bantu tapi ga bisa bantu banyak, ga bisa banyak donasi karena emang lagi krisis, ga bisa adopsi nantinya karena emang ga mungkin pelihara di rumah, ga bisa jadi rescuer juga. Hal lain yang bisa gue lakukan hanya membaginya di sosial media dan blog gue. Oh iya, ga lupa juga mendoakan semuanya. 🙂

Ini ada sebuah tulisan menarik di facebook dari akun Emak Kucing. Inti tulisannya adalah kita harus saling peduli dengan sesama. Terutama yang berkebutuhan khusus, seperti orang yang terduga hoarder. Sila dibaca tulisannya ini. Ini sebagai pengingat diri kita juga. 🙂

Seminggu terakhir ini kita dihebohkan dengan peristiwa meninggalnya Ibu Ratna Irma dan shelter Gunung Sindur yang ditinggalkannya.

Saya tidak akan berbicara banyak mengenai beliau, tapi saya ingin berbicara mengenai pandangan saya terhadap beliau.

Beliau add saya setahun yang lalu, dan mengirimkan pesan seperti screenshoot yang saya unggah ini.

“Boleh jadi teman?”
Dan saya menjawab ”Boleh”. 

8 Januari 2015. Hanya itu percakapan yang kami lakukan sepanjang kami berteman.  Sisanya paling hanya sekedar basa-basi ijin share di beberapa postingan.  Dan entah kenapa tiba-tiba saya merasa sedih sekali.

Sebelum beliau add saya, saya sudah pernah mendengar cerita soal beliau.  Seburuk dan sebagus apapun cerita orang tentang orang lain saya tidak pernah percaya begitu saja sampai saya mengalaminya sendiri.  Karena kita semua tahulah kalau yang namanya omongan pasti ada bumbu-bumbunya, ada yang dilebihkan dan ada yang dikurangi.  Dan informasi dari orang lain yang kita terima cenderung membentuk asumsi dalam pikiran kita bahwa orang itu memang begitu. 

Asumsi adalah dugaan yang diterima sebagai dasar, landasan berpikir karena dianggap benar (menurut KBBI online).  Misalnya saya menceritakan tentang orang yang Anda sendiri belum pernah bertemu dengannya, saya bercerita bahwa Si A baik sedangkan si B buruk.  Ketika saya mengenalkan keduanya pasti dalam otak Anda sudah punya modal memori bahwa A baik dan B buruk dan itu akan berpengaruh pada sikap Anda padanya tho.  Saya sudah berhasil mempromosikan si A si B begini padahal itu menurut pandangan saya.  Tidak heran kan kalau suatu saat Anda bisa saja bilang, enggak ah dia gak kayak gitu, kamunya aja…

Nah itu, saya menghindari itu.  Sikap kita terhadap orang lain tergantung sikap mereka ke kita kan?  Orang lain juga melakukan hal yang sama!  Makanya kalau ada yang bertanya si ini tuh orangnya gimana sih, apa bener dia itu begini begitu, ya paling saya jawab silahkan saja coba berteman dengannya, karena mungkin dia akan bersikap berbeda antara ke saya dan ke orang lain.

Sampai sini paham ya.

Setiap kita memiliki bibit depresi.  Ada yang sadar ada yang tidak.  Ada yang bisa mengatasi dan ada yang tidak.  Bu Ratna Irma adalah seorang hoarder. 

Hoarder adalah pelaku hoarding.  Hoarding adalah sebuah gejala psikologis yang ditandai dengan hobi aneh mengumpulkan barang-barang rongsokan tak berguna tapi sayang dibuang.  Tidak hanya barang tapi juga bisa hewan peliharaan. 

Dan karena ini masalah psikologis tentu harus mendapatkan penanganan dari ahlinya.  Kenapa harus ahlinya?  Karena kita, orang awam, tidak akan sanggup menanganinya.  Hoarder adalah orang yang sangat keras kepala, kita beri tahu mereka akan membantah, kita mau membantu mereka tidak akan mau, dan edukasi ke hoarder itu alot sekali.  Lha terus gimana?  Orang-orang seperti ini butuh pendekatan dan perlakuan khusus.  Buktinya mereka bisa dekat dengan orang lain juga kok.  Mereka baik-baik saja saat berada di lingkungan yang membuat mereka nyaman dan tidak menganggap mereka gila. 

Tanya diri sendiri, bukankah kita semua sebenarnya juga begitu?

Kasus Bu Ratna Irma ini bukan kasus hoarder pertama di Indonesia.  Teman-teman yang sudah berteman dengan saya lebih dari 4 tahun pasti sudah mengenal atau minimal pernah mendengar beberapa kasus hoarding.  Itu yang ter blow up di media sosial ya, yang hanya jadi cerita di dunia nyata mari kita berharap mudah-mudahan tidak ada. 

Saya sangat berterimakasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap para relawan yang sudah terjun langsung membantu penghuni Shelter Gunung Sindur dan orang-orang hebat di baliknya.  Saya yang hanya menatap lewat layar kaca saja tidak sanggup berkata apa-apa.  Kalian luar biasa! Kasus Bu Ratna ini menjadi heboh dan viral dimana-mana. 

Sebagai orang luar, yang tidak mengenal beliau secara langsung, OKElah kalau kita mau mengambil pelajaran dari kasus ini, tapi kalau kemudian kita menjadi sok tahu, membangun opini publik, dan ikut menghujat seseorang yang sudah meninggal, ITU YANG NGGAK OKE! 

Nggak membantu apa-apa juga. Sekarang untuk apa kita menghujat dan memaki?  Orangnya sudah meninggal!  Dan kita semua ini lho ada di daftar tunggu kematian juga. 

Saya copas dari seorang teman ya, janganlah memperolok kematian seseorang yang buruk, karena kelak kita pun pasti mati dan tak ada jaminan takkan menemui kematian yang lebih buruk.

Saya jadi ingat tausiah seorang ustadzah di TVRI, di dunia ini kita tidak hidup masing-masing, harus saling mengingatkan, harus saling membantu, nanti di akhirat baru kita urusan masing-masing!  Nah kalau kita baru sekarang mau sok ikut campur urusan bu Ratna saat beliau masih hidup, TELAT!  Beliau sudah meninggal.  Mbok ya sudahlah…

Kita boleh saja tidak kasihan kepada mendiang, tapi apa yakin kita bersih?  Yakin kelak kalau kita meninggal tidak ada yang ngomongin kita? Kalau saya sih, saya masih hidup aja banyak yang ngomongin saya di belakang, entah deh kalau saya mati nanti bagaimana.

Kalau memang teman-teman mau, ada satu hoarder yang masih hidup.  Breeder berkedok rescuer.  Yang disteril cuma kucing lokalnya, kucing gondrongnya beranak terus.  Sudah tahu kemampuannya kurang tapi masih saja mungutin kucing.  Begitu kucingnya mati dikubur di pot!  Dan diposting! Dikasih tahu baik-baik tidak bisa.  Kita ngomong keras sedikit, fansnya ikut ngebelain. Sudah ditawarkan steril gratis, dia tidak mau!  Kurang apa coba? Saya tidak tahu kabar dia sekarang bagaimana tapi kalau mau diurus mumpung nih, mumpung dia masih hidup.  Silahkan bagi siapa saja yang mau saling membantu, siapa tahu dengan pendekatan yang lebih baik teman-teman ini bisa sembuh. 

Dan calon-calon hoarder tentu teman-teman bisa prediksi dan harap berhati-hati dengan diri sendiri.  Lihat saja siapa-siapa yang masih jadi pemulung kucing.  Mari kita saling mengingatkan.

Kembali ke soal Bu Ratna.  Apa teman-teman ingat status saya beberapa hari yang lalu tentang orang yang satu geng pasti frekuensinya sama?  Ada teman lain yang bilang pertemanan itu terjadi  karena kesamaan energi sehingga kita saling tertarik.  Ketika Bu Ratna add saya, mungkin karena energinya sama, mungkin beliau tertarik ingin benar-benar berteman dengan saya.  Dan terus terang saya menyesal, kenapa percakapan kami hanya sampai disitu saja. 

Ada penelitian yang mengatakan bahwa setiap pemilik kucing itu sebenarnya punya rahasia yang terdalam, ada sesuatu yang hilang, dan dengan kucing lah kita mengisi kekosongan.  Kenali diri kita, maafkan, dan mari berdamai.  Kemudian lihatlah sekeliling kita, adakah orang-orang yang membutuhkan pertolongan juga? Mari sama-sama bergandengan tangan, saling menguatkan, saling menyembuhkan.   Kita merasa kesepian karena kita belum saling menemukan bukan?

Setiap kita ingin punya teman ngobrol dan berbagi.  Tapi teman seperti itu sangat sulit dicari.  Seandainya saja saat itu saya lebih cepat menyadari dan saya bersikap lebih hangat kepada beliau, mungkin saya bisa menjadi teman yang baik.  Saya menyesal, mengapa saya tidak berusaha lebih keras untuk menjalin pertemanan dengannya.  Jika saya ada di posisi Bu Ratna tentu akan sangat menyenangkan jika punya teman yang bersedia mendengarkan.  Bukan teman yang hanya bisa menyalahkan.

Maafkan saya…
Saya gagal menjadi teman yang baik.
Saat ini hanya inilah yang bisa saya lakukan.

Beristirahatlah dalam damai Ibu Ratna Irma.
Semoga semua amal ibadahmu diterima dan segala dosa diampuni olehNya.
Dan semoga mantan penghuni shelter Gunung Sindur mendapatkan yang terbaik.
Aamiin…

*alfatihah untuk ibu irma dan para hewan yang telah tiada*

Aamiin allahuma aamiin….

Ciao.

Is this your passion? Or…?


Ola!

Nggak berasa udah bulan Syawal udah hampir abis nih. Waktu berjalan begitu cepat. Seperti rollercoster, bulan ini naik turunnya sangat cepat. Ada beberapa kejadian dalam beberapa bulan terakhir ini yang pada akhirnya ‘memaksa’ gue untuk membuat suatu keputusan yang cukup berat. Setelah tiga bulan ini diombang ambing untuk mengambil keputusan. Ga henti-hentinya berdoa minta petunjuk. Ngobrol sama banyak pihak. Akhirnya sebulan yang lalu gue udah memutuskannya.

Ketika suatu saat di persimpangan dan harus memilih

Berat? BANGET!

Gara-gara baca twitnya Motty sekitar sebulan yang lalu soal passion, itu bikin mikir. Passion atau bukan ya? Gue senang berada di dunia yang emang gue suka. Tapi sepertinya ada beberapa hal yang ga sesuai dengan itu. Mungkin kalau tetap di dunia yang gue suka ini, gue mesti nyangkut di bagian lainnya. Yang sesuai sama keinginan gue yang pernah gue tulis sekitar setahun yang lalu.

Sedih? Pastinya. Berat banget sih. Ada satu dan lain hal yang menyebabkan gue mundur. Setelah berusaha bertahan, akhirnya gue menyerah juga. Ternyata gue ga bisa bertahan. Sekarang masih bingung juga sih. Mau fokus dulu sama si UT yang sekian lama gue tinggalkan. Mau cepat-cepat kelar. Tapi sambil nyari pemasukan tambahan yang lebih fleksibel, tapi sesuai dengan yang gue suka. Maunya sih nge-proofread, setidaknya ada pemasukan sambil nyelesaiin si UT itu.

Mungkin saatnya bantuin di toko dulu, bikin sistem buat toko, dan lainnya. Bantuin ketika nyokap bokap pergi selama sekitar 40 hari. Mungkin juga emang saatnya mulai si EICHIKO, kalo ga ada yang ‘ga sibuk’, kayaknya ga jalan-jalan nih si EICHIKO. Hihihi. :mrgreen:

Oh iya, hobi sama passion menurut gue agak beda, ya. Hobi emang yang kita suka, biasanya sih sesuai dengan passion kita. Menurut gue pribadi, hobi itu bagian dari passion. Hobi bisa macem-macem, tapi passion biasanya terfokus ke satu hal. Passion sendiri biasanya udah melekat di diri kita dari dulu, bisa dibilang ya emang jiwa kita ada di situ. Kembali menurut gue pribadi, *ini kayaknya gue lagi ga bosen-bosen deh bilang ini, hehe*, passion ga hanya lagi sekarang, tapi emang udah dari lahir, dari sananya. :mrgreen:

Eh, ini postingan sebenernya udah mau ditulis sebulan yang lalu, udah ada di draf dari 10 hari sebelum lebaran. Tapi terus gue diemin mengendap di draf. Baru sekarang gue buka lagi. Hehehe.

Ya sudahlah. Sekarang Bismillah aja, berdoa semoga rezeki tetap mengalir lancar, tetap ada pemasukan untuk semuanya. Mohon doanya saja ya. 🙂

Tapi kalau ada info yang bisa menambah rezeki gue, boleh lho. Dengan senang hati. 😀

Ciao!

Yuk Berdoa!


Ola!

Lama ga bikin postingan disini. Berdebu banget dah ini blog. Hehehe. Maaf ya manteman. Padahal gue suka ingetin orang biar blognya ga berdebu. *lirik ilham yang biasanya gue rusuhin* :mrgreen:

Kali ini gue mau sharing aja sih. Berhubung lagi hari Jumat, udah Nisfu Sya’ban, bentar lagi udah mau puasa. Lagipula di Jumat ini, pagi-pagi juga udah dapat ilmu dari twitternya @mizanmediautama tentang Etika Berdoa dan Waktu Doa yang Mustajab. Jadi gue bagi-bagi aja ya. 😀

Sila dibaca-baca. Mungkin bisa dijadikan bahan untuk mengintropeksi diri sendiri. 🙂

Selalu ada rencana yang terbaik dariNya 🙂

Etika Berdoa

Kadang kita suka berdoa gitu aja, tanpa tahu doa yang kita panjatkan itu udah sempurna atau belum. Kadang juga kita suka marah atau kecewa kalau doa yang kita panjatkan belum dikabulkan atau tercapai. Bisa jadi karena waktunya kurang pas atau ada yang salah dari kita sehingga mengurangi kesempurnaan doa. Yuk kita liat dari etika berdoa ini! Mana yang masih kurang sehingga doa kita ga tercapai. 🙂

1. berdoa hanya kepada Allah SWT semata. #EtikaBerdoa

2. Yakin akan dikabulkan. #EtikaBerdoa

3. Berdoa dengan rendah hati dan suara lembut #EtikaBerdoa

4. Tidak berlebih-lebihan dalam sikap dan permintaan #EtikaBerdoa

5. Memanjatkan doa dibarengi dengan rasa takut dan penuh harap #EtikaBerdoa

6. Doa diulang sampai tiga kali #EtikaBerdoa

7. Bukan mendoakan keburukan #EtikaBerdoa

8. Dipanjatkan sendiri #EtikaBerdoa

9. Menengadahkan bagian dalam telapak tangan #EtikaBerdoa

10. Diawali dengan asmaul husna #EtikaBerdoa

11. Dimulai dengan hamdalah dan shalawat #EtikaBerdoa

12. Menghadap kiblat #EtikaBerdoa

13. Mendoakan orang lain untuk kebaikan #EtikaBerdoa

14. Tidak mudah putus asa #EtikaBerdoa

 

Jadi bagaimana selama ini kita berdoa? *ambil cermin, lirik ke dalam diri sendiri*

 

Waktu yang Mustajab

Nah, ini nih yang penting juga. Waktu yang mustajab. Yuk kita cek. Biar doa pas kita panjatkan doa, doa kita terkabulkan. Hehehe. 😀

1. Pada Waktu Tengah malam atau akhir malam #WaktuDoaMustajab

2. Sesudah shalat fardhu #WaktuDoaMustajab

3. saat bahagia. #WaktuDoaMustajab

4. saat sujud. Nabi Saw bersabda, “saat yg plg dekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud.” #WaktuDoaMustajab

5. saat berpuasa. #WaktuDoaMustajab

6. Momen antara azan dan iqamah. #WaktuDoaMustajab

7. Pada hari Jumat #WaktuDoaMustajab

8. pada hari arafah. #WaktuDoaMustajab

9. pada saat turun hujan #WaktuDoaMustajab

10. pada saat terbangun dari tidur malam #WaktuDoaMustajab

11. ketika berbuka puasa #WaktuDoaMustajab

12. pada saat malam Lailatul Qadar #WaktuDoaMustajab

13. doa seorang muslim terhadap saudaranya #WaktuDoaMustajab

14. orang yang teraniaya #WaktuDoaMustajab

15. doa orangtua kepada anaknya dan doa seorang musafir #WaktuDoaMustajab

16. pada akhir shalat fardhu (sesudah tasyahud akhir, sebelum salam) #WaktuDoaMustajab

17. pada satu momen di hari jumat #WaktuDoaMustajab

18. pada saat perang berkecamuk #WaktuDoaMustajab

19. pada saat ada orang yang meninggal #WaktuDoaMustajab

 

Wah, berdoa di hari Jumat itu disebutkan dua kali. Jadi, mari kita berdoa. 😀

let’s pray! 😉

Semoga doa kalian semua terkabulkan ya. 🙂

Yuk berdoa! 😉

Kultwit #Benahi Diri oleh Ust. @Salimafillah


Kultwit yang sangat inspiratif, yang mengingatkan kita untuk selalu refleksi kepada diri kita tentang apa yang kita lakukan di hidup kita. Semoga ini bisa menjadi membuat kita lebih bisa merefleksi diri kita dan membawa manfaat untuk diri kita kedepannya.

sumber: Hijaberscommunity

————————————————————————————————————

Kultwit #BenahiDiri oleh @salimafillah

 

Jangan Marah! Sebab kemarahan mempertunjukkan semua kejelekan lahir & batin yang bisa disembunyikan dengan keramahan. #BenahiDiri

Jangan Dengki! Sebab hasad itu menyengsarakan kita saat orang lain bahagia, dan mengajak ke neraka saat orang lain berduka. #BenahiDiri

Jangan Bergunjing! Sebab gunjingan memakan pahala seperti api hanguskan kayu, menghimpun dosa seperti magnet menarik besi. #BenahiDiri

Jangan Merendahkan! Sebab hinaan menjatuhkan yang mencela, menaikkan derajat yang dijelekkan, dan melalaikan dari perbaikan. #BenahiDiri

Jangan Menunda! ‘Amal yang tak dikerjakan hari ini takkan tertampung oleh esok hari nan memiliki hak ibadahnya sendiri. #BenahiDiri

Jangan Mengeluh! Sebab mengeluh -apalagi pada nan tak berdaya- ialah cara termudah membuat kelam setitik jadi gelap semesta. #BenahiDiri

Jangan Menghakimi! Sebab itu merumitkan urusan saat kita jadi terdakwa di akhirat! Sebab tugas kita menjadi penyeru & saksi! #BenahiDiri

Jangan Mengungkit! Sebab bahkan selaksa pemberian menggunung yang diungkit, kalah nilai dari wajah cerah dan senyum manis. #BenahiDiri

Jangan Berdusta! Sebab dusta adalah candu menyakitkan, dan parahmya, ia membuka semua pintu keburukan yang lebih besar! #BenahiDiri

Jangan takjubi ‘amal diri! Bahkan dosa yang membawakan taubat jauh lebih baik daripada ibadah yang melahirkan kesombongan! #BenahiDiri

Jangan Berdebat! Semua perbantahan YANG TAK LAHIRKAN AMAL melemahkan daya, menghabiskan waktu, batalkan jatah rumah surga. #BenahiDiri

Jangan Keras Hati & Kasar Sikap! Bahkan ahli kebenaran yang tak santun menghancurkan rasa hormat insan pada kebenaran itu. #BenahiDiri

Jangan Mempersulit! Agama adalah kemudahan untuk menjamin selamatnya insan sampai tujuan. Siapa mempersulit, pasti kalah. #BenahiDiri

Jangan Mendendam! Sebab itu bagai menenggak racun ke kerongkongan sendiri, lalu berharap orang lain yang mati. Maafkanlah;) #BenahiDiri

Jangan Putus Asa! Sebab ia kunci mati bagi segala kemungkinan baik nan berjuta. Allah itu memberi segaris sangka hambaNya. #BenahiDiri

Jangan Malas! Sebab sebagaimana rizqi kita takkan salah alamat, ‘amal kita juga takkan diambil alih orang lain. #BenahiDiri

Jangan Lari dari Masalah! Tugas kita meng-HADAP-i, lalu biarlah Allah yang meng-ATAS-i (@_pepeng) #BenahiDiri

Jangan Kikir! Harta sampai ke surga sebab dititipkan pada nan membutuhkan. Tak pernah ada yang miskin tersebab sedekahnya. #BenahiDiri

Jangan Serakah! Zuhudlah akan apa yang dimiliki manusia, mereka kan cintai kita. Zuhudlah pada dunia, pasti dirindu surga. #BenahiDiri

Jangan Remehkan Sekecil Apapun Kebaikan! Amalan sederhana yang dilestarikan memikat cintaNya, jadi titian lancar ke surga. #BenahiDiri

Jangan Abai Sekecil Apapun Dosa! Tidaklah kecil jika terus dilakukan. Tiada nan kecil kalau mengkhianati Dzat Maha Besar. #BenahiDiri

Jangan Menganggur! Tak mengerjakan apapun, baik tuk dunia maupun akhirat ialah pemandangan menyedihkan bagi langit & bumi. #BenahiDiri

Jangan Zhalim! Setiap kezhaliman membunuh rasa tenteram di hati pelakunya, membuat manusia benci, & menjauhkan dari surga. #BenahiDiri

Jangan Bosan Berdoa! Allah Maha Tahu, maka berdoa bukan cara memberi tahuNya apa nan kita butuhkan. Doa itu bercakap mesra. #BenahiDiri

Jangan Khianati Nurani! Tiap saat dia bisikkan kebenaran. Mengikutinya kadang jadi tersunyi, tapi dibersamai senyum Ilahi. #BenahiDiri

Jangan Takut Gagal! Jalan kegagalan dan keberhasilan itu sama. Hanya terkadang, alamat kesuksesan agak lebih ujung. #BenahiDiri

Jangan Sembarang Makan! Setiap yang haram & tak suci merusak tubuh, menumbuhkan umpan neraka, menghalangi sampainya doa. #BenahiDiri

Jangan bangga & lena atas pujian. Hanya sedikit pelajaran darinya. Mengharapkannya adalah tanda kurangnya kebaikan kita. #BenahiDiri

Jangan takut & lemah oleh celaan. Banyak pelajaran darinya. Mengkhawatirkannya ialah tanda terlalu banyak keburukan di jiwa. #BenahiDiri

Jangan terlibat dalam hal nan tak bermanfaat bagi diri & sesama, atau tak bermakna bagi jiwa. Itu tanda kebaikan Islam kita. #BenahiDiri

Sumber: http://duwisusilo89.tumblr.com/