Is this your passion? Or…?


Ola!

Nggak berasa udah bulan Syawal udah hampir abis nih. Waktu berjalan begitu cepat. Seperti rollercoster, bulan ini naik turunnya sangat cepat. Ada beberapa kejadian dalam beberapa bulan terakhir ini yang pada akhirnya ‘memaksa’ gue untuk membuat suatu keputusan yang cukup berat. Setelah tiga bulan ini diombang ambing untuk mengambil keputusan. Ga henti-hentinya berdoa minta petunjuk. Ngobrol sama banyak pihak. Akhirnya sebulan yang lalu gue udah memutuskannya.

Ketika suatu saat di persimpangan dan harus memilih

Berat? BANGET!

Gara-gara baca twitnya Motty sekitar sebulan yang lalu soal passion, itu bikin mikir. Passion atau bukan ya? Gue senang berada di dunia yang emang gue suka. Tapi sepertinya ada beberapa hal yang ga sesuai dengan itu. Mungkin kalau tetap di dunia yang gue suka ini, gue mesti nyangkut di bagian lainnya. Yang sesuai sama keinginan gue yang pernah gue tulis sekitar setahun yang lalu.

Sedih? Pastinya. Berat banget sih. Ada satu dan lain hal yang menyebabkan gue mundur. Setelah berusaha bertahan, akhirnya gue menyerah juga. Ternyata gue ga bisa bertahan. Sekarang masih bingung juga sih. Mau fokus dulu sama si UT yang sekian lama gue tinggalkan. Mau cepat-cepat kelar. Tapi sambil nyari pemasukan tambahan yang lebih fleksibel, tapi sesuai dengan yang gue suka. Maunya sih nge-proofread, setidaknya ada pemasukan sambil nyelesaiin si UT itu.

Mungkin saatnya bantuin di toko dulu, bikin sistem buat toko, dan lainnya. Bantuin ketika nyokap bokap pergi selama sekitar 40 hari. Mungkin juga emang saatnya mulai si EICHIKO, kalo ga ada yang ‘ga sibuk’, kayaknya ga jalan-jalan nih si EICHIKO. Hihihi. :mrgreen:

Oh iya, hobi sama passion menurut gue agak beda, ya. Hobi emang yang kita suka, biasanya sih sesuai dengan passion kita. Menurut gue pribadi, hobi itu bagian dari passion. Hobi bisa macem-macem, tapi passion biasanya terfokus ke satu hal. Passion sendiri biasanya udah melekat di diri kita dari dulu, bisa dibilang ya emang jiwa kita ada di situ. Kembali menurut gue pribadi, *ini kayaknya gue lagi ga bosen-bosen deh bilang ini, hehe*, passion ga hanya lagi sekarang, tapi emang udah dari lahir, dari sananya. :mrgreen:

Eh, ini postingan sebenernya udah mau ditulis sebulan yang lalu, udah ada di draf dari 10 hari sebelum lebaran. Tapi terus gue diemin mengendap di draf. Baru sekarang gue buka lagi. Hehehe.

Ya sudahlah. Sekarang Bismillah aja, berdoa semoga rezeki tetap mengalir lancar, tetap ada pemasukan untuk semuanya. Mohon doanya saja ya. 🙂

Tapi kalau ada info yang bisa menambah rezeki gue, boleh lho. Dengan senang hati. 😀

Ciao!

Advertisements

Yuk Berdoa!


Ola!

Lama ga bikin postingan disini. Berdebu banget dah ini blog. Hehehe. Maaf ya manteman. Padahal gue suka ingetin orang biar blognya ga berdebu. *lirik ilham yang biasanya gue rusuhin* :mrgreen:

Kali ini gue mau sharing aja sih. Berhubung lagi hari Jumat, udah Nisfu Sya’ban, bentar lagi udah mau puasa. Lagipula di Jumat ini, pagi-pagi juga udah dapat ilmu dari twitternya @mizanmediautama tentang Etika Berdoa dan Waktu Doa yang Mustajab. Jadi gue bagi-bagi aja ya. 😀

Sila dibaca-baca. Mungkin bisa dijadikan bahan untuk mengintropeksi diri sendiri. 🙂

Selalu ada rencana yang terbaik dariNya 🙂

Etika Berdoa

Kadang kita suka berdoa gitu aja, tanpa tahu doa yang kita panjatkan itu udah sempurna atau belum. Kadang juga kita suka marah atau kecewa kalau doa yang kita panjatkan belum dikabulkan atau tercapai. Bisa jadi karena waktunya kurang pas atau ada yang salah dari kita sehingga mengurangi kesempurnaan doa. Yuk kita liat dari etika berdoa ini! Mana yang masih kurang sehingga doa kita ga tercapai. 🙂

1. berdoa hanya kepada Allah SWT semata. #EtikaBerdoa

2. Yakin akan dikabulkan. #EtikaBerdoa

3. Berdoa dengan rendah hati dan suara lembut #EtikaBerdoa

4. Tidak berlebih-lebihan dalam sikap dan permintaan #EtikaBerdoa

5. Memanjatkan doa dibarengi dengan rasa takut dan penuh harap #EtikaBerdoa

6. Doa diulang sampai tiga kali #EtikaBerdoa

7. Bukan mendoakan keburukan #EtikaBerdoa

8. Dipanjatkan sendiri #EtikaBerdoa

9. Menengadahkan bagian dalam telapak tangan #EtikaBerdoa

10. Diawali dengan asmaul husna #EtikaBerdoa

11. Dimulai dengan hamdalah dan shalawat #EtikaBerdoa

12. Menghadap kiblat #EtikaBerdoa

13. Mendoakan orang lain untuk kebaikan #EtikaBerdoa

14. Tidak mudah putus asa #EtikaBerdoa

 

Jadi bagaimana selama ini kita berdoa? *ambil cermin, lirik ke dalam diri sendiri*

 

Waktu yang Mustajab

Nah, ini nih yang penting juga. Waktu yang mustajab. Yuk kita cek. Biar doa pas kita panjatkan doa, doa kita terkabulkan. Hehehe. 😀

1. Pada Waktu Tengah malam atau akhir malam #WaktuDoaMustajab

2. Sesudah shalat fardhu #WaktuDoaMustajab

3. saat bahagia. #WaktuDoaMustajab

4. saat sujud. Nabi Saw bersabda, “saat yg plg dekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud.” #WaktuDoaMustajab

5. saat berpuasa. #WaktuDoaMustajab

6. Momen antara azan dan iqamah. #WaktuDoaMustajab

7. Pada hari Jumat #WaktuDoaMustajab

8. pada hari arafah. #WaktuDoaMustajab

9. pada saat turun hujan #WaktuDoaMustajab

10. pada saat terbangun dari tidur malam #WaktuDoaMustajab

11. ketika berbuka puasa #WaktuDoaMustajab

12. pada saat malam Lailatul Qadar #WaktuDoaMustajab

13. doa seorang muslim terhadap saudaranya #WaktuDoaMustajab

14. orang yang teraniaya #WaktuDoaMustajab

15. doa orangtua kepada anaknya dan doa seorang musafir #WaktuDoaMustajab

16. pada akhir shalat fardhu (sesudah tasyahud akhir, sebelum salam) #WaktuDoaMustajab

17. pada satu momen di hari jumat #WaktuDoaMustajab

18. pada saat perang berkecamuk #WaktuDoaMustajab

19. pada saat ada orang yang meninggal #WaktuDoaMustajab

 

Wah, berdoa di hari Jumat itu disebutkan dua kali. Jadi, mari kita berdoa. 😀

let’s pray! 😉

Semoga doa kalian semua terkabulkan ya. 🙂

Yuk berdoa! 😉

Kultwit #Benahi Diri oleh Ust. @Salimafillah


Kultwit yang sangat inspiratif, yang mengingatkan kita untuk selalu refleksi kepada diri kita tentang apa yang kita lakukan di hidup kita. Semoga ini bisa menjadi membuat kita lebih bisa merefleksi diri kita dan membawa manfaat untuk diri kita kedepannya.

sumber: Hijaberscommunity

————————————————————————————————————

Kultwit #BenahiDiri oleh @salimafillah

 

Jangan Marah! Sebab kemarahan mempertunjukkan semua kejelekan lahir & batin yang bisa disembunyikan dengan keramahan. #BenahiDiri

Jangan Dengki! Sebab hasad itu menyengsarakan kita saat orang lain bahagia, dan mengajak ke neraka saat orang lain berduka. #BenahiDiri

Jangan Bergunjing! Sebab gunjingan memakan pahala seperti api hanguskan kayu, menghimpun dosa seperti magnet menarik besi. #BenahiDiri

Jangan Merendahkan! Sebab hinaan menjatuhkan yang mencela, menaikkan derajat yang dijelekkan, dan melalaikan dari perbaikan. #BenahiDiri

Jangan Menunda! ‘Amal yang tak dikerjakan hari ini takkan tertampung oleh esok hari nan memiliki hak ibadahnya sendiri. #BenahiDiri

Jangan Mengeluh! Sebab mengeluh -apalagi pada nan tak berdaya- ialah cara termudah membuat kelam setitik jadi gelap semesta. #BenahiDiri

Jangan Menghakimi! Sebab itu merumitkan urusan saat kita jadi terdakwa di akhirat! Sebab tugas kita menjadi penyeru & saksi! #BenahiDiri

Jangan Mengungkit! Sebab bahkan selaksa pemberian menggunung yang diungkit, kalah nilai dari wajah cerah dan senyum manis. #BenahiDiri

Jangan Berdusta! Sebab dusta adalah candu menyakitkan, dan parahmya, ia membuka semua pintu keburukan yang lebih besar! #BenahiDiri

Jangan takjubi ‘amal diri! Bahkan dosa yang membawakan taubat jauh lebih baik daripada ibadah yang melahirkan kesombongan! #BenahiDiri

Jangan Berdebat! Semua perbantahan YANG TAK LAHIRKAN AMAL melemahkan daya, menghabiskan waktu, batalkan jatah rumah surga. #BenahiDiri

Jangan Keras Hati & Kasar Sikap! Bahkan ahli kebenaran yang tak santun menghancurkan rasa hormat insan pada kebenaran itu. #BenahiDiri

Jangan Mempersulit! Agama adalah kemudahan untuk menjamin selamatnya insan sampai tujuan. Siapa mempersulit, pasti kalah. #BenahiDiri

Jangan Mendendam! Sebab itu bagai menenggak racun ke kerongkongan sendiri, lalu berharap orang lain yang mati. Maafkanlah;) #BenahiDiri

Jangan Putus Asa! Sebab ia kunci mati bagi segala kemungkinan baik nan berjuta. Allah itu memberi segaris sangka hambaNya. #BenahiDiri

Jangan Malas! Sebab sebagaimana rizqi kita takkan salah alamat, ‘amal kita juga takkan diambil alih orang lain. #BenahiDiri

Jangan Lari dari Masalah! Tugas kita meng-HADAP-i, lalu biarlah Allah yang meng-ATAS-i (@_pepeng) #BenahiDiri

Jangan Kikir! Harta sampai ke surga sebab dititipkan pada nan membutuhkan. Tak pernah ada yang miskin tersebab sedekahnya. #BenahiDiri

Jangan Serakah! Zuhudlah akan apa yang dimiliki manusia, mereka kan cintai kita. Zuhudlah pada dunia, pasti dirindu surga. #BenahiDiri

Jangan Remehkan Sekecil Apapun Kebaikan! Amalan sederhana yang dilestarikan memikat cintaNya, jadi titian lancar ke surga. #BenahiDiri

Jangan Abai Sekecil Apapun Dosa! Tidaklah kecil jika terus dilakukan. Tiada nan kecil kalau mengkhianati Dzat Maha Besar. #BenahiDiri

Jangan Menganggur! Tak mengerjakan apapun, baik tuk dunia maupun akhirat ialah pemandangan menyedihkan bagi langit & bumi. #BenahiDiri

Jangan Zhalim! Setiap kezhaliman membunuh rasa tenteram di hati pelakunya, membuat manusia benci, & menjauhkan dari surga. #BenahiDiri

Jangan Bosan Berdoa! Allah Maha Tahu, maka berdoa bukan cara memberi tahuNya apa nan kita butuhkan. Doa itu bercakap mesra. #BenahiDiri

Jangan Khianati Nurani! Tiap saat dia bisikkan kebenaran. Mengikutinya kadang jadi tersunyi, tapi dibersamai senyum Ilahi. #BenahiDiri

Jangan Takut Gagal! Jalan kegagalan dan keberhasilan itu sama. Hanya terkadang, alamat kesuksesan agak lebih ujung. #BenahiDiri

Jangan Sembarang Makan! Setiap yang haram & tak suci merusak tubuh, menumbuhkan umpan neraka, menghalangi sampainya doa. #BenahiDiri

Jangan bangga & lena atas pujian. Hanya sedikit pelajaran darinya. Mengharapkannya adalah tanda kurangnya kebaikan kita. #BenahiDiri

Jangan takut & lemah oleh celaan. Banyak pelajaran darinya. Mengkhawatirkannya ialah tanda terlalu banyak keburukan di jiwa. #BenahiDiri

Jangan terlibat dalam hal nan tak bermanfaat bagi diri & sesama, atau tak bermakna bagi jiwa. Itu tanda kebaikan Islam kita. #BenahiDiri

Sumber: http://duwisusilo89.tumblr.com/


gw ketawa baca ini.. tapi kalo dipikir2 emang bener sih..kita biasanya kalo ada musibah, tetap aja ada yang disyukuri 🙂

Plastics for Dummies.

Puji Tuhan YME, akhirnya saya mendapatkan SIM A juga. Setelah gagal pada percobaan pertama. Nembak atau nggak, hanya saya dan calonya yang tahu. Ehm.

Gue baru dapet musibah, dan dari musibah itu gue bisa menarik sebuah kesimpulan : gue adalah tipikal orang Indonesia kebanyakan.

Tadi gue ikutan ke bengkel, servis mobil. Dan ternyata, fan mobilnya bermasalah dan harus dibongkar. Setelah dicek dan dipasang lagi, sebelum dipasang ke mobilnya lagi, fan tersebut dicoba sambungin ke accu dulu. Mastiin beneran nyala apa nggak.

Sebelum fan tersebut disambung ke sumber listrik, gue mikir : “ah fan-nya dari plastik, kalo kena gak sakit kali ya”

Fan-nya mulai muter. Lama-lama makin kenceng. TRAKK. Fan-nya copot, muter di udara, dan kena tangan gue. Sempet bengong liat darahnya. Gak terlalu banyak emang.

Abis itu gue mikir : “untung kena tangan, coba kena muka. Ilang nih idung gue.”

Atau : “masih untung gak kena kepala. Bisa bocor ini…

View original post 79 more words


Quote-nya #jleb

Andiana Moedasir ~ Serakan Ingatan di Batas Cakrawala

“Jadi bila memang cintamu karena Allah, maka engkau sanggup bertemu karena Allah, pula sanggup berpisah karena-Nya.”

Ust. Felix Siauw

Oke,  itu twit ngajakin aku galau pagi. Hehehe.. Tapi justru karena itu aku merasa beruntung dan bersyukur. Aku sangat berterima kasih pada #A yang sudah pernah mengisi hari-hariku meski sangat singkat. Aku pernah begitu mencintainya karena Allah. Karena hanya ingin merasakan kasih sayang itu berdasarkan ketaatan pada Allah.

Sungguh terima kasih padamu yang dulu senantiasa memberiku warna pelangi di senyummu dan tatapan sehangat senja. Mungkin benar kamu bukanlah yang digariskan Allah untukku, tapi Allah mendewasakanku melalui kamu.

Hari ini, aku ternyata menyadari bahwa aku bisa melepasmu dengan ikhlas. Ya, sebenarnya sudah sejak dua bulan lalu. Tapi twit Ustadz Felix menegaskan kembali. Ternyata aku tak apa-apa kamu tinggal. Ternyata aku baik-baik saja.

Semoga, hari-harimu menjadi semakin baik tanpaku. Kuharap, meski tak ada lagi yang tersisa dariku dalam benak dan hatimu, kamu bisa…

View original post 9 more words

In Allah We Trust :)


Andiana Moedasir ~ Serakan Ingatan di Batas Cakrawala

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allahlah sebaik-baiknya penolong.

✔ Rabbighfirlii (Tuhanku, ampuni aku)
✔ Warhamnii (Rahmati aku)
✔ Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
✔ Warfa’nii (Angkatlah derajatku)
✔ Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
✔ Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
✔ Wa’Aafinii (Sehatkan aku)
✔ Wa’fuannii (Maafkan aku)

View original post