Yuk Berdoa!


Ola!

Lama ga bikin postingan disini. Berdebu banget dah ini blog. Hehehe. Maaf ya manteman. Padahal gue suka ingetin orang biar blognya ga berdebu. *lirik ilham yang biasanya gue rusuhin* :mrgreen:

Kali ini gue mau sharing aja sih. Berhubung lagi hari Jumat, udah Nisfu Sya’ban, bentar lagi udah mau puasa. Lagipula di Jumat ini, pagi-pagi juga udah dapat ilmu dari twitternya @mizanmediautama tentang Etika Berdoa dan Waktu Doa yang Mustajab. Jadi gue bagi-bagi aja ya. 😀

Sila dibaca-baca. Mungkin bisa dijadikan bahan untuk mengintropeksi diri sendiri. 🙂

Selalu ada rencana yang terbaik dariNya 🙂

Etika Berdoa

Kadang kita suka berdoa gitu aja, tanpa tahu doa yang kita panjatkan itu udah sempurna atau belum. Kadang juga kita suka marah atau kecewa kalau doa yang kita panjatkan belum dikabulkan atau tercapai. Bisa jadi karena waktunya kurang pas atau ada yang salah dari kita sehingga mengurangi kesempurnaan doa. Yuk kita liat dari etika berdoa ini! Mana yang masih kurang sehingga doa kita ga tercapai. 🙂

1. berdoa hanya kepada Allah SWT semata. #EtikaBerdoa

2. Yakin akan dikabulkan. #EtikaBerdoa

3. Berdoa dengan rendah hati dan suara lembut #EtikaBerdoa

4. Tidak berlebih-lebihan dalam sikap dan permintaan #EtikaBerdoa

5. Memanjatkan doa dibarengi dengan rasa takut dan penuh harap #EtikaBerdoa

6. Doa diulang sampai tiga kali #EtikaBerdoa

7. Bukan mendoakan keburukan #EtikaBerdoa

8. Dipanjatkan sendiri #EtikaBerdoa

9. Menengadahkan bagian dalam telapak tangan #EtikaBerdoa

10. Diawali dengan asmaul husna #EtikaBerdoa

11. Dimulai dengan hamdalah dan shalawat #EtikaBerdoa

12. Menghadap kiblat #EtikaBerdoa

13. Mendoakan orang lain untuk kebaikan #EtikaBerdoa

14. Tidak mudah putus asa #EtikaBerdoa

 

Jadi bagaimana selama ini kita berdoa? *ambil cermin, lirik ke dalam diri sendiri*

 

Waktu yang Mustajab

Nah, ini nih yang penting juga. Waktu yang mustajab. Yuk kita cek. Biar doa pas kita panjatkan doa, doa kita terkabulkan. Hehehe. 😀

1. Pada Waktu Tengah malam atau akhir malam #WaktuDoaMustajab

2. Sesudah shalat fardhu #WaktuDoaMustajab

3. saat bahagia. #WaktuDoaMustajab

4. saat sujud. Nabi Saw bersabda, “saat yg plg dekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud.” #WaktuDoaMustajab

5. saat berpuasa. #WaktuDoaMustajab

6. Momen antara azan dan iqamah. #WaktuDoaMustajab

7. Pada hari Jumat #WaktuDoaMustajab

8. pada hari arafah. #WaktuDoaMustajab

9. pada saat turun hujan #WaktuDoaMustajab

10. pada saat terbangun dari tidur malam #WaktuDoaMustajab

11. ketika berbuka puasa #WaktuDoaMustajab

12. pada saat malam Lailatul Qadar #WaktuDoaMustajab

13. doa seorang muslim terhadap saudaranya #WaktuDoaMustajab

14. orang yang teraniaya #WaktuDoaMustajab

15. doa orangtua kepada anaknya dan doa seorang musafir #WaktuDoaMustajab

16. pada akhir shalat fardhu (sesudah tasyahud akhir, sebelum salam) #WaktuDoaMustajab

17. pada satu momen di hari jumat #WaktuDoaMustajab

18. pada saat perang berkecamuk #WaktuDoaMustajab

19. pada saat ada orang yang meninggal #WaktuDoaMustajab

 

Wah, berdoa di hari Jumat itu disebutkan dua kali. Jadi, mari kita berdoa. 😀

let’s pray! 😉

Semoga doa kalian semua terkabulkan ya. 🙂

Yuk berdoa! 😉

Advertisements

Kultwit #Benahi Diri oleh Ust. @Salimafillah


Kultwit yang sangat inspiratif, yang mengingatkan kita untuk selalu refleksi kepada diri kita tentang apa yang kita lakukan di hidup kita. Semoga ini bisa menjadi membuat kita lebih bisa merefleksi diri kita dan membawa manfaat untuk diri kita kedepannya.

sumber: Hijaberscommunity

————————————————————————————————————

Kultwit #BenahiDiri oleh @salimafillah

 

Jangan Marah! Sebab kemarahan mempertunjukkan semua kejelekan lahir & batin yang bisa disembunyikan dengan keramahan. #BenahiDiri

Jangan Dengki! Sebab hasad itu menyengsarakan kita saat orang lain bahagia, dan mengajak ke neraka saat orang lain berduka. #BenahiDiri

Jangan Bergunjing! Sebab gunjingan memakan pahala seperti api hanguskan kayu, menghimpun dosa seperti magnet menarik besi. #BenahiDiri

Jangan Merendahkan! Sebab hinaan menjatuhkan yang mencela, menaikkan derajat yang dijelekkan, dan melalaikan dari perbaikan. #BenahiDiri

Jangan Menunda! ‘Amal yang tak dikerjakan hari ini takkan tertampung oleh esok hari nan memiliki hak ibadahnya sendiri. #BenahiDiri

Jangan Mengeluh! Sebab mengeluh -apalagi pada nan tak berdaya- ialah cara termudah membuat kelam setitik jadi gelap semesta. #BenahiDiri

Jangan Menghakimi! Sebab itu merumitkan urusan saat kita jadi terdakwa di akhirat! Sebab tugas kita menjadi penyeru & saksi! #BenahiDiri

Jangan Mengungkit! Sebab bahkan selaksa pemberian menggunung yang diungkit, kalah nilai dari wajah cerah dan senyum manis. #BenahiDiri

Jangan Berdusta! Sebab dusta adalah candu menyakitkan, dan parahmya, ia membuka semua pintu keburukan yang lebih besar! #BenahiDiri

Jangan takjubi ‘amal diri! Bahkan dosa yang membawakan taubat jauh lebih baik daripada ibadah yang melahirkan kesombongan! #BenahiDiri

Jangan Berdebat! Semua perbantahan YANG TAK LAHIRKAN AMAL melemahkan daya, menghabiskan waktu, batalkan jatah rumah surga. #BenahiDiri

Jangan Keras Hati & Kasar Sikap! Bahkan ahli kebenaran yang tak santun menghancurkan rasa hormat insan pada kebenaran itu. #BenahiDiri

Jangan Mempersulit! Agama adalah kemudahan untuk menjamin selamatnya insan sampai tujuan. Siapa mempersulit, pasti kalah. #BenahiDiri

Jangan Mendendam! Sebab itu bagai menenggak racun ke kerongkongan sendiri, lalu berharap orang lain yang mati. Maafkanlah;) #BenahiDiri

Jangan Putus Asa! Sebab ia kunci mati bagi segala kemungkinan baik nan berjuta. Allah itu memberi segaris sangka hambaNya. #BenahiDiri

Jangan Malas! Sebab sebagaimana rizqi kita takkan salah alamat, ‘amal kita juga takkan diambil alih orang lain. #BenahiDiri

Jangan Lari dari Masalah! Tugas kita meng-HADAP-i, lalu biarlah Allah yang meng-ATAS-i (@_pepeng) #BenahiDiri

Jangan Kikir! Harta sampai ke surga sebab dititipkan pada nan membutuhkan. Tak pernah ada yang miskin tersebab sedekahnya. #BenahiDiri

Jangan Serakah! Zuhudlah akan apa yang dimiliki manusia, mereka kan cintai kita. Zuhudlah pada dunia, pasti dirindu surga. #BenahiDiri

Jangan Remehkan Sekecil Apapun Kebaikan! Amalan sederhana yang dilestarikan memikat cintaNya, jadi titian lancar ke surga. #BenahiDiri

Jangan Abai Sekecil Apapun Dosa! Tidaklah kecil jika terus dilakukan. Tiada nan kecil kalau mengkhianati Dzat Maha Besar. #BenahiDiri

Jangan Menganggur! Tak mengerjakan apapun, baik tuk dunia maupun akhirat ialah pemandangan menyedihkan bagi langit & bumi. #BenahiDiri

Jangan Zhalim! Setiap kezhaliman membunuh rasa tenteram di hati pelakunya, membuat manusia benci, & menjauhkan dari surga. #BenahiDiri

Jangan Bosan Berdoa! Allah Maha Tahu, maka berdoa bukan cara memberi tahuNya apa nan kita butuhkan. Doa itu bercakap mesra. #BenahiDiri

Jangan Khianati Nurani! Tiap saat dia bisikkan kebenaran. Mengikutinya kadang jadi tersunyi, tapi dibersamai senyum Ilahi. #BenahiDiri

Jangan Takut Gagal! Jalan kegagalan dan keberhasilan itu sama. Hanya terkadang, alamat kesuksesan agak lebih ujung. #BenahiDiri

Jangan Sembarang Makan! Setiap yang haram & tak suci merusak tubuh, menumbuhkan umpan neraka, menghalangi sampainya doa. #BenahiDiri

Jangan bangga & lena atas pujian. Hanya sedikit pelajaran darinya. Mengharapkannya adalah tanda kurangnya kebaikan kita. #BenahiDiri

Jangan takut & lemah oleh celaan. Banyak pelajaran darinya. Mengkhawatirkannya ialah tanda terlalu banyak keburukan di jiwa. #BenahiDiri

Jangan terlibat dalam hal nan tak bermanfaat bagi diri & sesama, atau tak bermakna bagi jiwa. Itu tanda kebaikan Islam kita. #BenahiDiri

Sumber: http://duwisusilo89.tumblr.com/


gw ketawa baca ini.. tapi kalo dipikir2 emang bener sih..kita biasanya kalo ada musibah, tetap aja ada yang disyukuri 🙂

Plastics for Dummies.

Puji Tuhan YME, akhirnya saya mendapatkan SIM A juga. Setelah gagal pada percobaan pertama. Nembak atau nggak, hanya saya dan calonya yang tahu. Ehm.

Gue baru dapet musibah, dan dari musibah itu gue bisa menarik sebuah kesimpulan : gue adalah tipikal orang Indonesia kebanyakan.

Tadi gue ikutan ke bengkel, servis mobil. Dan ternyata, fan mobilnya bermasalah dan harus dibongkar. Setelah dicek dan dipasang lagi, sebelum dipasang ke mobilnya lagi, fan tersebut dicoba sambungin ke accu dulu. Mastiin beneran nyala apa nggak.

Sebelum fan tersebut disambung ke sumber listrik, gue mikir : “ah fan-nya dari plastik, kalo kena gak sakit kali ya”

Fan-nya mulai muter. Lama-lama makin kenceng. TRAKK. Fan-nya copot, muter di udara, dan kena tangan gue. Sempet bengong liat darahnya. Gak terlalu banyak emang.

Abis itu gue mikir : “untung kena tangan, coba kena muka. Ilang nih idung gue.”

Atau : “masih untung gak kena kepala. Bisa bocor ini…

View original post 79 more words


Quote-nya #jleb

Andiana Moedasir ~ Serakan Ingatan di Batas Cakrawala

“Jadi bila memang cintamu karena Allah, maka engkau sanggup bertemu karena Allah, pula sanggup berpisah karena-Nya.”

Ust. Felix Siauw

Oke,  itu twit ngajakin aku galau pagi. Hehehe.. Tapi justru karena itu aku merasa beruntung dan bersyukur. Aku sangat berterima kasih pada #A yang sudah pernah mengisi hari-hariku meski sangat singkat. Aku pernah begitu mencintainya karena Allah. Karena hanya ingin merasakan kasih sayang itu berdasarkan ketaatan pada Allah.

Sungguh terima kasih padamu yang dulu senantiasa memberiku warna pelangi di senyummu dan tatapan sehangat senja. Mungkin benar kamu bukanlah yang digariskan Allah untukku, tapi Allah mendewasakanku melalui kamu.

Hari ini, aku ternyata menyadari bahwa aku bisa melepasmu dengan ikhlas. Ya, sebenarnya sudah sejak dua bulan lalu. Tapi twit Ustadz Felix menegaskan kembali. Ternyata aku tak apa-apa kamu tinggal. Ternyata aku baik-baik saja.

Semoga, hari-harimu menjadi semakin baik tanpaku. Kuharap, meski tak ada lagi yang tersisa dariku dalam benak dan hatimu, kamu bisa…

View original post 9 more words

In Allah We Trust :)


Andiana Moedasir ~ Serakan Ingatan di Batas Cakrawala

حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

 Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allahlah sebaik-baiknya penolong.

✔ Rabbighfirlii (Tuhanku, ampuni aku)
✔ Warhamnii (Rahmati aku)
✔ Wajburnii (Tutuplah aib-aibku)
✔ Warfa’nii (Angkatlah derajatku)
✔ Warzuqnii (Berilah aku rezeki)
✔ Wahdinii (Berilah aku petunjuk)
✔ Wa’Aafinii (Sehatkan aku)
✔ Wa’fuannii (Maafkan aku)

View original post


Kalo kata Erick di akhir postingan ini, CPJP ini udah tamat.. mari kita nantikan lanjutannya 😀

Erick Azof

Dear Diary,

Katakan bahwa cinta itu sebuah pelajaran. Ada masa sulitnya ada masa ujiannya, jika lulus maka bisa naik kelas, jika tidak? Setidaknya aku masih bisa belajar kembali dan mengujinya kelak. Tuhan, apa lagi rencanamu kepadaku?

Fulan

Jatuh Cinta

Kata siapa jatuh cinta itu mudah? Bagi Fulan, perantau dari kampung yang sekarang bekerja sebagai tukang jagal ayam di pasar. Kisah cintanya tidak semulus cerita cinta di sinetron, baru saja bunga hati bermekar namun sudah kembali bertebar. Fatimah, pacarnya telah pergi meninggalkan Fulan untuk jangka waktu yang tidak dapat ditentukan.

Setelah merajut cinta hampir setahun lamanya, Fulan dan Fatimah harus berpisah. Bukan karena ada yang selingkuh, ada yang bosan, namun karena Fatimah ikut majikannya pergi keluar negeri. Sepertinya Long Distance Relationship (LDR) masih menjadi momok yang menyeramkan bagi pasangan kekasih. Walaupun begitu, Fulan tetap bersemangat, “Mati satu tumbuh seribu, pejuang cinta tetap menyerbu!”

“Yaa, jatuh cinta itu mudah!”, ucap Fulan kepada…

View original post 319 more words