31st Anniversary Kahitna – Kahitna Day


Ola!

Hari ini itu Kahitna Day, alias Ulang Tahunnya Kahitna. 31 tahun yang lalu, Kahitna dibentuk. Ya, Kahitna lebih tua dari gue. :mrgreen:

31 tahun bukan waktu yang sebentar untuk berkarya, yakin pasti selalu ada masa naik dan turun, tapi @kahitna membuktikan bahwa mereka mampu bertahan dengan karya-karya yang melegenda. Soulmate yang selalu mendukung selama 31 tahun ini dari segala usia. Ada yang mendewasa bersama Kahitna. Bahkan ada yang akhirnya anak2 soulmate yang menjadi soulmate juga. Keluarga soulmate pun bertambah.

Usia Kahitna memang lebih tua dari gue, lagu-lagu kahitna itu ga pernah membosankan dan selalu pas dengan suasana hati. Ada aja yang pas dengan situasi hati dan yang sedang dialami. Mungkin ini ga hanya dirasakan oleh gue, tapi juga oleh soulmate lain.

 

Gue suka Kahitna dari dulu, entah dari kapan. Yang pasti sih mulai ngikutin karya-karyanya dari gue SMA. Semenjak gue tau makna lagu-lagunya. Ya, semenjak tertohok dan merasa pas. πŸ™ˆ :blush:

 

Pertama kali gue nonton Kahitna secara langsung itu tahun 2014, pas di UI. Waktunya selalu ga pas, entah gue selalu ga bisa pas Kahitna perform. Baru kesempatan nonton lagi pas di SQ Dome Februari kemarin dan pas di Bogor April kemarin.

Satu hal yang gue syukuri, gue jadi menambah teman dari segala usia, sesama soulmate, setelah menonton bareng beberapa live. Ya, gue belum bisa sering ikut nonton. Semoga ke depan waktunya pas untuk ikut jadi #buronankahitna dan lebih sering bertemu dengan kalian. 😁 😘

Happy 31st anniversary @Kahitna ! Semoga semua personil selalu sehat, selalu diberikan karunia untuk selalu berkarya di dunia musik Indonesia. Makin sukses karya-karyanya. Semakin menyebarkan cinta ke setiap insan.

 

Bukber with Rio Dewanto


 

Ola!

Alhamdulillah gue dapat kesempatan buka bersama dengan Rio Dewanto.Β How lucky i am. Terima kasih teman-teman SD yang manggil gue Bejo. Alhamdulillah bisa dapat keberuntungan, sesuai nama panggilan dari SD itu. :mrgreen:

Kenapa gue bilang gue beruntung? Alhamdulillah banget gue bisa dapat kesempatan dengan menukar points yang ga sebanyak pas awal. Jadi awal persyaratannya itu ternyata menukar 2000 points dari gopoints. Gue baru liat kemarin di aplikasi gojek tentang deal itu. Sempat sih dapat infonya ada bukber di linenya gojek, tapi sekilas lalu aja liatnya. Kemarin di kantor iseng buka2 gopoints. Terus makin iseng tukar points-nya. Pas sore, dapat email yang konfirmasi undangan, bisa hadir untuk acara Bukber with Rio Dewanto tanggal 14 Juni.

Acaranya gimana?

Jujur, awal-awal agak bosen. Gue datang tepat waktu sesuai undangan, pas jam 4. Ya tapi macetnya Jakarta, masih sepi. Jam 5 kurang Rio Dewanto datang dan langsung memperkenalkan diri. Abis itu dia interview dulu sama panitia. Sempat ngobrol-ngobrol dulu sama kita yang peserta sih, terus balik briefing sama panitia. Jam setengah 6 kurang acara baru dibuka sampai pas azan magrib. Sebelum acara dibuka, berhubung salah satu teman gue, Gebs, ulang tahun pas tanggal 14 Juni, jadi lah gue minta Rio Dewanto buat ngucapin. Ahahaha.. Kadonya itu dulu ya, Gebs! πŸ˜› :mrgreen:

Acara dibuka dengan pengantar dari panitia. Dikenalkan lah Gojek itu. Ada program apa aja, terutama selama bulan Ramadhan ini. Salah satu yang gue baru tau itu kita bisa donasi di Go-Tix. Ternyata Go-Tix nggak hanya buat beli tiket film dan event, tapi bisa juga ikut acara sosial dengan donasi. Ada 4 event di dalam itu. Lebih lanjutnya langsung cek di Go-Tix aja yak.

Abis buka puasa, sholat, dan makan, acara mulai seru. Udah semakin akrab antara peserta dan beberapa panitia. Ngobrol-ngobrol pas makan sangat membantu bikin akrab. Jam 7an akhirnya masuk ke acara berikutnya, yaitu Talkshow alias ngobrol-ngobrol sama Rio Dewanto.

Apa aja yang diobrolin? Banyak! Mulai dari kabar dia dan istrinya, serta calon anaknya. Terus menu sahur, pekerjaannya, sampai proses film dan rencana proyek yang berkaitan dengan filosofi kopi.

Jujur, sebelum bukber kemaren, gue nggak ngikutin proses pembuatan film filosofi kopi 2. Jadi baru tau kalo cerita film Filosofi Kopi 2 itu diambil dari sekian banyak cerita yang dikirim. Ternyata pembaca bisa submit cerita di aplikasinya. Katanya Rio Dewanto, ada sekitar 5000 cerita yang masuk dan hanya terpilih 2. Dua pemenang itu juga bisa ikut kelas menulis di Plotpoint. Whuwooo… kantor lama gue!Β *random kangen sama para bu bos buat main, ngobrol dan kumpul bareng* :mrgreen:

Katanya Rio lagi, cerita yang masuk lucu-lucu. Ada lah yang nulis Ben dan Jody pasangan homo. Ada lagi yang nulis Julie Estele jadi sama dua-duanya dan bikinΒ the first movie of poliandri. Kreatif-kreatif yak. πŸ˜† Aplikasi itu diciptakan biar pembaca bukunya bisa ikut turut andil dalam gagasan-gagasan di film.

Rio Dewanto juga cerita soal gimana prosesΒ chemistry antara Ben dan Jody, proses pembuatannya, target yang diinginkan untuk film Filkop 2, dll. Filosofi Kopi nggak hanya ada film yang pertama dua tahun lalu dan yang kedua bulan Juli nanti serta kedainya, tapi udah ada webseries, terus akan ada podcast di radio dan nggak ketinggalan komiknya. Semua cerita antara film Filkop 1, Filkop 2, podcast, dan webseries itu ternyata saling berkaitan, nyambung antara satu dengan lainnya. Can’t wait that! πŸ™‚

Rio juga bilang, salah satu impian dan obsesinya adalah bikin sekolah kopi, mau belajar lebih dalam lagi soal kopi dan tahun depan mau ikut kompetisi barista. Whuwooo… gue juga mau ikutan belajarnya dong! :mrgreen:

Di tengah-tengahΒ talkshow, ada kuis-kuis gitu lah. Lumayan ya gue bisa dapat 2 voucher Go-Glam, masing-masing 25ribu. Alhamdulillah. :mrgreen:

Acara ditutup dengan foto-foto dong! πŸ˜€ Alhamdulillah jadi nambah kenalan dan teman baru. Sampai jumpa di lain waktu ya, teman-teman. πŸ™‚

Ciao!

Keluarga Anti Baper


OlΓ‘!

Apa sih yang dimaksud dengan keluarga? Keluarga bukan hanya berdasarkan darah. Keluarga bisa dari lingkungan, pertemanan, persahabatan, tetangga, komunitas, dan lainnya. Seperti yang salah satu sahabat gue bilang di path-nya:

i found them in my journey in campus. i get emotional by working together in campus even. one of my additional family from BKUI. Family not by blood, but by bond. we support each other and protect each other. we make jokes until we can’t stop to laugh. we can share a story but we always try to make story between us.
Thanks guys for last night moment. can’t wait for next journey. β€” With you, Weni and Riki

 

Ya, salah satu sahabat gue, Tinus, nulis itu tadi pagi di path. Kita abis buka puasa bersama di Jamuan Samudra. Setuju sama yang dia bilang,Β family not by blood but by bond.

Berawal dari sama-sama jadi panitia di Bedah Kampus UI. Gue ketemu Tinus dan Riki tahun 2008. Di tahun itu ada kejadian yang bikin kita berada di emosi dan situasi yang sama, sama-sama kehilangan tiga orang teman terbaik, bukan hanya teman, keluarga. Ya, buat kita kepanitiaan Bedah Kampus ga hanya sekadar teman, tapi keluarga. Kita bareng lebih kurang selama 7 bulan untuk nyiapin acara. Hampir semua emosi udah kita lewatin, dari senang, sedih, kesel, capek, kecewa. Setelah kejadian itu, selama kuliah tiap tahun kita jadi panitia. Ya, kita berempat jadi panitia Bedah Kampus 3 kali berturut-turut. Dari kebersamaan jadi panitia itu lah kita jadi terbiasa jalan bareng, main bareng.

Formasi awal itu sebenarnya ga hanya kita berempat, ada tiga lainnya. Satu udah nikah jadi fokus ke keluarga, satu lagi sudah sibuk dengan dunianya sendiri semenjak kerja, satu lagi ya lagi jarang kumpul karena fokus dengan kerja dan persiapan nikah. Walaupun gitu sebenarnya kita tetap peduli satu dengan yang lain dengan caranya masing-masing. Masih tetap memantau di media sosial. *ini menurut gue sih, ya maafkan kalo salah penilaian gue terhadap tiga orang ini. Hehe. 😁*

Karena situasi dan kondisi itu jadilah kita berubah formasi. Jadi ngajak anak bedah kampus lainnya untuk jalan bareng. Yang bisa bikin kita nyaman dan bondingnya masuk ke kita ya Rami. Kenal Rami itu di Bedah Kampus 2010. Sering barengan bikin dia udah tangguh menghadapi omongan tajam tinus, cengan dan kelakuan absurd kita lainnya. πŸ˜†

Random kita nambah lagi anggota pas mau trip Purwakarta-Bandung. Ya satu orang dari formasi awal ga bisa ikutan, akhirnya kita ajak lah si Indah, anak ilang yang minta diajak. πŸ˜† Kita juga kenal dia di Bedah Kampus 2010. Anak yang baru gabung ini macam masih diujicoba layak atau ga gabung. 😝 Kita liat aja tangguh ga dia. 😈

 

Bareng mereka itu bebas cerita apapun. Ketawa-ketawa ga berhenti. Ada aja kelakuan yang bikin ketawa. Ketika sedih, ada aja kelakuan mereka yang bikin ketawa. Omongan mereka kadang tajam sih, mengingatkan di saat tepat. Mengingatkan dengan melihat situasi dan kondisi, bukan bikin makin down. Tetap support di segala kondisi dan situasi, serta jarak yang sering memisahkan. Mereka tetap ada dan melindungi dengan caranya masing-masing.

Buat jadwalin buka puasa bareng aja diskusi sekian lama. Udah dapat tempat dan tanggal, masih perlu diskusi 3 hari buat nentuin menu makanan. Bahkan om Tinus berulang kali utak atik perhitungan di excel demi kita nentuin harga termurah. πŸ˜‚πŸ˜‚ Masih ditunggu hasil perhitungan dia setelah makan kemaren juga sih. :mrgreen:

Makasih lho Rami dan Indah yang memahami kegesrekan kita. Walau kata Rami lelah menghadapi kelakuan kita. Hahahaha…. πŸ˜†Β *istilah dari Rami tuh, kita gesrek* πŸ˜‚

They are one of my moodbooster. Love you, gaaaeesss…. Sayang kalian! 😘😘😘 *peluk dan kecup jauh satu2*

 

See you on next session, next trip, and next journey!

Ciao!

 

Kenapa @Iradiojakarta ?


I-Radio Jakarta

 

OlΓ‘!

Sering banget dibilang sama beberapa teman, ‘I-radio banget, chy?’ Atau ‘itu apaan sih? Lo setel apaan?’. Ya itu beberapa yang biasanya nanya langsung ke gue. Mungkin banyak teman gue yang memperhatikan postingan gue apa-apa iradio, twit gue ke iradio atau sekadar instastory lagu di 89,6.

Kok i-radio?

Pertama, gue emang lebih suka sama musik indonesia sih. Kedua, acara i-radio beragam, buat gue yang dengerin ga sekadar receh bercandaannya. Banyak informasi yang di dapat, banyak informasi positif juga. Apalagi kalo sekarang kerjasama dengan kementerian pariwisata. Jadi tau lah itu beberapa tempat wisata di Indonesia. I-radio biasanya suka ada I-fakta. Berita-berita terkini. Terus ada bahas karir juga. Banyak lah pembahasannya.

 

Dari kapan suka I-radio? Sejak kapan jadi i-listeners?

Dari awal I-radio mengudara. Dari sebelum ada siaran2nya, masih mutar lagu-lagu indonesia 24jam. Ingat banget itu gue sebelum pindah rumah. Tiap hari masang itu di kamar. 😁

 

Ya sempat beberapa tahun ga dengerin sih. Itu soalnya streaming belum ada dan sinyalnya ga bagus kalo di rumah gue. Dengerin lagi pas kuliah semester akhir dan awal2 kerja via streaming. Tapi terus gue emang jarang dengerin radio lagi. Baru beberapa bulan ini gue balik dengerin radio dan i-radio. Itu juga berawal dari ditelpon sama salah satu crew I-radio, Dimas. Ditanya pendapat soal I-radio. :mrgreen:

Pas awal i-radio itu pernah ngebayangin jadi penyiarnya sih. Tapi ya hanya sekadar kebayang. Hahahha…. Ga direalisasikan. 😁 Pas skripsi pernah mau ambil i-radio jadi tempat penelitian. Tapi terus ga ada kabar, akhirnya ya ambil RRI deh.

 

Pernah kecewa dengan i-radio? Ya pernah sih, tapi entah tetap aja balik lagi. Hihi. Kalo diingat-ingat, kayaknya 3x kecewa. Pertama yang ga jadi tempat penelitian skripsi itu, eh apa gara2 itu kayaknya gue jadi jarang dengerin i-radio ya? Aku kuciwa kakaakk… πŸ™ˆ Kedua, pas ga bisa ikut #KamalFeliJalanJalan. Ya mungkin ga hoki sih, bisa jadi DM di ig atau wa gue kelewat. Ketiga, hari ini pas i-radio sapu bersih, katanya mungkin belum dikonfirm, nunggu sampai sabtu malam ga dikonfirm, ga tau juga kalo bisa datang langsung. Yasudahlah ya… Mungkin belum rezeki buat ketemu para penyiar dan crew-nya i-radio. Mungkin gue harus beberes dulu di rumah pagi ini dan harus datang ke acara lain. 😊

Tapi gue bersyukur pas xl yonderfest gue dapat. Ya rezeki ga kemana. Itu malah gue ga nyangka dan berharap. Jadi ingat salah satu chat gue ke salah satu teman, ‘berasa ketidakpastiannya karena lo menaruh harapan disana….’. Ya, buat rasa kecewa gue kedua dan ketiga di i-radio itu sebelumnya gue merasa ga pasti aja, gue udah berharap dan membuat rencana untuk hari itu. Mood sempat turun sih kalo buat yang kedua, tapi untuk yang ketiga, ga terlalu. Berusaha untuk pikir positif dan membayangkan hal yang bisa meningkatkan mood. 😁

 

Kalo boleh kasih saran ke I-radio sih ya, kalo mau bikin event dan memang harus dikonfirm karena peserta dibatasi. Pendaftaran mungkin bisa ditutup tiga hari sebelumnya atau ketika peserta sudah memenuh kuota. Terus setelah pendaftaran ditutup jangan kasih info buat pendaftaran lagi. Kasih info aja kalo emang akan ada acara itu, buat pengingat ke peserta. Itu aja sih masukannya, biar lain kali yang ikutan ga berasa dikasih ketidakpastian dan harapan. Menunggu dikonfirm ternyata ga dikonfirm. Nanti gegulingan, apalagi dikasih lagu galau. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Ah, semoga segera bisa ketemu langsung sama Ibnu Akmal, Dina Janidya, Ariv, Risa, dan beberapa penyiar+crew I-radio lainnya. Atau ya kapan2 gue main lah kesana…. 😁

 

Ciao!

XL Yonder Musicfest Bogor


Ola!

Wah, blognya kembali berdebuuuu…. Ya maafkan banyak yg hanya jadi draf terus ga mood lanjut. Ada yang harus bongkar beberapa stok foto juga. Kita liat aja nanti lanjut atau ga. 😁

Bulan April kemarin itu banyak banget long weekend-nya, hampir setiap minggu kayaknya. Gue pun baru sadar kalo hampir setiap minggu ga ada di rumah ya. πŸ™ˆ Nanti lah kalo mood ditulis, kalo ga ya sudahlah, seperti biasa akan lewat begitu saja atau hanya duduk manis di draft. 😁

Bulan April diakhiri dengan nonton sejenis konser musik, namanya XL Yonder Musicfest. Acaranya sendiri di Braja Mustika Hotel, Bogor. Sebenarnya sih tanggal 16 April itu ada di Jakarta, tepatnya di Lotte Shoping Avenue. Tapi entah gue ga mood beli tiketnya. 😁

Kenapa akhirnya tanggal 30 April kemarin nonton? Soalnya gue dapat tiket gratisan dari I-Radio Jakarta. 😁

Eh tapi ga hanya itu aja sih. Sebelumnya kakak sepupu gue udah ngajakin. Dia dari dulu ngefans sama Sheila on 7 dan udah ngajakin dari dua minggu yang lalu. Tapi terus dia lupa. πŸ˜… Gue emang lagi rajin dengerin 89,6Fm I-Radio Jakarta, lagi random banget rajin #KirimSalam atau komentarin si penyiarnya, terutama Ibnu Akmal, eh tiba-tiba hari Jumat kemarin di sms sama orang I-Radio. Gue dapat 1 tiket sekaligus bisa ajak 1 orang lain. Kayaknya sih sebelum gue disms gue ditelp deh. Cuma karena nomor kantor ga gue angkat. Selain itu pas jumat sore emang lagi ribet siapin kado perpisahan buat dua orang teman kantor yang udah ga lanjut kerja, yang satu pensiun yang satu mengabdi pada keluarga. Untung masih ngeh ya tuh sms. Langsung lah buru-buru bales email. Walau deg-degan entah itu masih dapet atau ga. Soalnya ga ada balesan lagi. Ditanya via email dan twitter pun ga dibales.

Hari minggu gue sama kakak sepupu gue ya Bismillah aja datang. Sempat mampir ke rumah eyang dulu yang di Bogor. Lokasi acara pas di seberang komplek rumah eyang. Ya kali ga mampir. Bisa durhaka. 😁

Kita datang jam 17.00, tapi ternyata orang i-radio belum ada. Ga bisa ambil tiket lah. Sedangkan antrian mulai panjang. Pasrah lah ya….

 

Tapi gue janjian juga sama para #SoulmateKahitna. Salah satu alasan gue mau nonton karena ada Kahitna sih. Hihi…. Alhamdulillah bisa nge-live bareng mereka lagi. 😁

Acaranya gimana?

Seru! Untuk pengisi acaranya ya. Tulus, Kahitna, dan Sheila on 7 mana ada yang ga seru sih.

Tapi, buat acara keseluruhan, terutama buat panitianya menurut gue ga siap sih. Gue geregetan sendiri. Antrian sempat rusuh. Sekian banyak penonton. Antri lama dan banyak yang nyerobot tapi tim keamanan ga nanganin. Udah gitu ga ada kejelasan kapan pintu dibuka. Di tiket di tulis jam 18.00, di pintu masuk ditulis 18.30. Udah gitu acara ngaret hampir 1 jam. Di dalam pun parah. Pengap banget! Standinf fan cuma disiapin di belakang. Yang depan ga ada sama sekali. Banyak yang akhirnya milih mundur.

 

Semoga aja yang berikutnya jauh lebih baik yaa…

 

Ciao! *lagi malas nulis panjang-panjang. Nanti diubah lagi lah ya. Sekalian dimasukin foto dan videonya. Ini dari hp soalnya 😁✌*

 

 

Sunday Santay with @HediYunus


Ciao!

Yeay, setelah bulan lalu bisa nonton Kahitna di SQ Dome, hari ini bisa ikutan acara gatheringnya Kang Hedi Yunus alias Sunday Santay with HY….πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ

Sebenarnya suka lagu-lagunya udah dari kapan tahu sih. Dari kecil mungkin, makin suka pas SMA lah, tahun 2004-2005. Tapi belum bisa benar-benar ikutin buat nonton Kahitna atau Kang Hedi atau yang lainnya. Tahun 2011 pas Konser 25 tahun Kahitna, pas banget wisuda S1. Ya mana bisa nonton. Terus konser-konser berikutnya ada aja yang bikin ga bisa nonton. Entah waktunya pas ga bisa atau ya dananya lah ya… Hihi. Maklum antara mahasiswa sama baru-baru kerja yang khilaf beli hal lain. :mrgreen:

Setelah tahun 2014 akhirnya nonton Kahitna pas UI Homecoming Day, bulan lalu baru berhasil nonton lagi di SQ Dome. Setelah itu sebenarnya ada beberapa tempat, tapi ya satu dan lain hal ga bisa nonton. Hiks. 😦 Pas tau tanggal 5 Maret ada acara, ya otomatis langsung daftar. Belum berani sendiri takut jadi anak ilang soalnya ga ada yang dikenal,Β *ya, saya mah pertama kali pasti pemalu, suka ga pede sendirian*, akhirnya daftar buat berdua. Nyulik sepupu. Akhirnya adek sepupu lah yang diculik buat nemenin. Hahaha. Sekalian lancarin nyetir mobilnya sih. Berhubung belum dikasih izin kalo bawa sendiri juga. Alhamdulillah ya hari ini pulang pergi aman. πŸ˜€

Acaranya dimana? Di Kafe Niffaro Park. Baru tau juga sih tempatnya. Untung ga susah dicari. Tempatnya asik. Karena masih baru dan sepi. Lebih enak jadinya.

Acaranya gimana? RAME bin RUSUH! Hahahaha… apalagi pas games. πŸ˜†

Asik acaranya. Seru. Rame orang-orangnya. Rusuh karena kebanyakan emak-emak ya meni heboh lah ya… saya pun ikutan heboh, euy. Hihi. Sedikit masih awkward soalnya masih belum pada kenal. Ya masih ada berkelompok lah ya duduk dan ngobrolnya. Pas abis games, jadi kenalan dan mulai berbaur walau belum semua. Berhubung mesti balik cepat untuk menyelesaikan yang harus diselesaikan dan si adik sepupu ga mungkin dipulangin malam-malam, jadi ga lama acara selesai, jam setengah 4an, saya mah langsung pamit pulang. :mrgreen:

Jadi gimana kesannya pas ketemu Kang Hedi? Low profile! 😻

Yup, seperti tadi kata Kang Hedi, kalau dari luar atau di medsos kadang keliatan galak atau jutek. Tapi mah orangnya baik, ramah. Ya benar-benar ngebawa kekeluargaan bagi teman-teman yang menyukai karyanya. Ya, memang berasa nambah teman dan keluarga baru sih. Asik teman-teman barunya. Hai, kalian! Sampai jumpa di kesempatan berikutnya, ya!

 

Anw, masa salah satu dari Soulmate Senior itu teman SMA-nya kaprodi gue. Ya ampun ini dunia sempit ya… saya udah kemana, udah kenalan sama orang-orang baru tetap aja lingkungannya sebenarnya disitu juga.

Ini video rekaman pas Kang Hedi nyanyi kemarin, yooo….

Bagaimanapun, terima kasih untuk hari ini ya, Kang Hedi dan para panitia yang menamakan dirinya #TeamPanciHY! πŸ™‚ Jangan kapok untuk mengadakan. Sampai jumpa lain kesempatan, semoga bisa hadir di kegiatan, ketemuan, atau pas perform… baik pas Kahitna atau kang Hedi atau yang lainnya.

Ciao!

#CariGalihdanRatna @filmgalihdanratna


Ola!

Akhirnya blog yang berdebu dan penuh sarang laba-laba ini sedikit demi sedikit mulai dibersihkan, dengan mulai nyicil nulis-nulis. πŸ˜€

Sebenarnya udah tau dari beberapa bulan yang lalu akan keluar film ini sih. Sempat komen juga di IG-nya, @filmgalihdanratna, ga ada sesuatu gitu buat yang namanya Ratna? Waktu itu dijawab sih bakal ada dan tunggu aja tanggal mainnya. Dan… Kemarin muncul lah postingan terkait hal itu! Di cari Galih dan Ratna!


Eh, bukan buat jadi pemain ya. Bukan. Tapi dicari orang-orang dengan nama Galih dan Ratna. Buat yang beruntung akan kumpul di premier filmnya.

Nama depan gue emang Ratna. Walaupun jarang yang manggil Ratna. Dari kecil biasanya yang manggil itu cuma guru pas di sekolah. Atau yang hanya kenal pas liat nama di ktp, sim, dan email. Orang kantor yang belum pernah ketemu atau orang-orang yang hanya berinteraksi via email biasanya yang manggil Ratna.

Saking jarang dipanggil Ratna, suka ga ngeh pas dipanggil sih. Berasa aneh juga kalo dipanggil Ratna, ya gara-gara dari kecil jarang dipanggil itu. Hihi. :mrgreen:

Orang-orang yang ketika tahu nama depan gue Ratna, biasanya selalu ditanya ‘Galihnya mana?’ Atau dinyanyikan lah lagu Galih dan Ratna yang eksis dari tahun 80an itu…. Reaksi gue biasanya cuma, ‘zzzzzz…..’. Ya, kalo berdasarkan film yang dikenal dari tahun 80an dan sinetron yang sempat dikenal tahun 2004an, Galih dan Ratna bagaikan Romeo dan Juliet. Jadi jangam heran kalo pas tau namanya Ratna selalu disandingkan dengan Galih. Kenapa reaksi gue gitu? Lah, saya belum bertemu dengan Galihnya, kakaaakkk…. πŸ˜‚ πŸ˜‚πŸ˜‚

Can’t wait to watch this movie! Pas film Gita Cinta dari SMA yang dimainkan oleh Rano Karno dan Yessi Gusman, pastinya gue belum lahir. Pas sinetronnya, yang Galihnya diperankan oleh mas Paundrakarna, gue pas SMA.

Cerita ini selalu bikin gue gamon, *gagal move on*, dan baper. Gimana ga, namanya ada di tuh cerita. Udah gitu, pemeran utama jaman 80an itu juga satu almamater, sama-sama alumni SMA 6 Jakarta, dan pas sinetronnya itu pas masa-masa SMA juga. Di sekolah beberapa guru kalo ga salah ada aja yang mengingatkan gara-gara nama gue Ratna. πŸ˜…

Ya mari kita tunggu tayangnya film ini di bioskop. Semoga ga bikin saya baper di usia saya sekarang ini. πŸ™ˆ