Tunjukkan Cintamu – RAN


Ola!

Gara-gara #masihpagipagi I-Radio Jakarta tadi pagi. Gue jadi terngiang-ngiang lagu ini terus. Merasa tertohok dengan lagunya. :blush: Dengerin lagu ini pas akhir pekan nan panjang kemarin itu intens mengobrol via chat dan bahas banyak rencana yang pas dia ke Jakarta… bikin kegulung sendiri. :mrgreen: 😆

Entah sih selama ini sebenarnya dia udah merasa atau ga yang udah gue tunjukkan. Gue kan bukan tipikal orang yang frontal dengan ngomong, susah laahh… lagipula toh biasanya para pria juga masih ga nerima kan? 🙂 Gue hanya bisa menunjukkan via postingan quote, lagu-lagu yang pas sesuai, ataupun ya postingan di blog. :blush:

Ibnu Akmal, salah satu penyiar I-Radio, pernah bilang, “bilang lah. atau sebutin”. Ya, selama gue sendiri belum yakin sebenarnya dia gimana, belum berani lah. Hanya satu yang bisa gue lakukan, seperti saran dari seorang sahabat gue, “dibawa doa aja lah, chy. Tuhan kan yang tau apa yang terbaik buat lo”. Ya, hanya itu yang bisa gue lakukan.

 

Kuingin menunjukkan cintaku

Oh kepada belahan jiwaku

Tlah lama kumenanti waktu

Untuk mengungkapkan isi hatiku
Jangan kau berdiam dan menunggu

Cinta yang datang menghampirimu

Jika kau hanya berdiam diri

Hanya rasa sesal yang kan kau rasakan nanti
* 1

Tunjukkanlah rasa cintamu

Coba buat mereka tahu

Betapa indahnya dunia bila engkau sedang jatuh cinta
Berlarilah sekuat kau mampu

Hingga kau mendapatkan cintaku

Buktikan bila kau memang maumembuat ku berikan cinta ini kepadamu
Disaat matahari bersinar

Burung – burung pun mulai berkicau

Cintaku kan selalu membentang

Untuk kau arungi bersamaku
Tunjukkanlah rasa cintamu

coba buat mereka tahu

Betapa indahnya dunia bila engkau sedang jatuh cinta
* 2

showing my love is

what i m doing

doing….baby your love is what

i m looking for coz i really need ur sweet lovein

and every time i see you,i see you…..
back to * 1 and * 2
i feel so in love

u gotta show it to me…show it to me

show it me

showing it to you

 

 

 

Querido, você… see you soon!

Tchau!

Advertisements

Belajar bahasa


Ola!

18 hari ini gue mulai rutin belajar bahasa lagi. Sebenernya dari dulu seneng sih belajar bahasa, kebetulan pas di S1 bisa ambil beberapa mata kuliah pilihan. Ya disyukuri bisa dapat dasarnya selama satu semester.

Tapi namanya bahasa ya… Kalo ga digunain, ilang begitu aja. Beberapa bahasa yang pernah gue pelajari dulu pas SMA dan dua tahun terakhir kuliah di S1 hampir ilang gitu aja. Walaupun ada catatan-catatannya, tapi ya gue males baca ulang. Hehe. Jadi percuma lah. Paling yang gue inget hanya beberapa kata. Itu juga yang emang gue sering gunainnya. Sisanya? Biasanya cek google translate dulu. Ahahahha. 😆

Ada satu aplikasi yang udah gue gunain sekitar setahun atau 1,5tahun terakhir ini lah. Namanya Duolingo. Awalnya gue dikasih tau sama sepupu gue sih. Waktu itu gue ikut acara dari kedubes Italia. Gue ketemu sama dosen bahasa Itali gue. Dengan kemampuan bahasa Itali gue yang udah rendah banget, walo dulu udah sempat ambil kelas Itali dasar B, tetap lah gue loading lama. Sama tetap mengandalkan si google translate buat tau garis besarnya. Ahahhaha. Disitu gue ketemu sama murid-muridnya dosen gue itu, alias junior-junior gue. Kita jadi banyak sharing, salah satunya si Duolingo ini.

Abis itu gue download si Duolingo. Ternyata disitu bisa belajar beberapa bahasa sekaligus. Ya tergantung mana yang mau jadi fokus sih.

Kalo di hp cuma gitu aja. Sekadar latihan. Akhir-akhir ini gue suka latihan via webnya Duolingo. Ternyata kalo di webnya ada penjelasan tentang materi itu.

Alhasil, daripada gue lupa ya… Jadinya gue salin tuh materi belajar bahasa jadi satu postingan. Tapi, bukan di blog gue yang ini. Ada di satu blog gue lagi yang khusus catatan-catatan gue.

Kenapa ga digabung aja di blog ini? Soalnya biar lebih fokus. Sadar diri kok kalo di blog ini lebih random. Hihi. Suka-suka gue isinya mau apaan. Tergantung mood. Ya, namanya juga anak Feeling ya. 😀 :mrgreen: 🙈

Jadi, kalo mau liat catatan-catatan gue tentang belajar bahasa, cek aja disitu ya….

Eh, ini bukan endorse atau apapun ya. Murni karena emang gue pengguna aplikasi itu dan gue akuin itu aplikasi menolong lah buat yang mau belajar bahasa. Aplikasinya gratis kok. Walaupun bisa berbayar juga, jadi semacam donasi gitu lah. Tapi untuk saat ini gue masih gunain yang gratisannya. :mrgreen:

Tchau! 😉

 

Karena Kamu – Agatha Suci


Ola!

Ini gue tulis pas gue di kantor sih. Gara2 setel playlist favorite di youtube, terputar lah lagu ini. Sebenarnya gue masukin di playlist sekitar dua bulan yang lalu. Gara-gara lagu ini diputar di I-radio Jakarta. Ya, dimana lagi gue menemukan lagu-lagu yang pas di hati kalo ga disana. :mrgreen:

Querido, você…

Lagunya buat dirimu. Ya, kamu… Semua karena kamu…

 

 

Pertama kali berjumpa
Sepertinya biasa saja
Tapi ku mulai curiga
Rasa hati berbeda

Melihat tatap matanya
Aku jadi salah tingkah
Tak tahu entah mengapa
Aku jadi jatuh cinta

Semua karna kamu
Hati slalu rindu
Ingin bersamamu
Apakah kau mau jadi kekasihku
Hati ini menggebu

Karna kamu
Oh apa ku salah menyangka
Tingkahmu kadang berbeda
Selalu tersenyum menyapaku

Senyum yang luar biasa

Semua karna kamu
Hati slalu rindu
Ingin bersamamu
Apakah kau mau jadi kekasihku
Hati ini menggebu

Semua yang ada padamu
Terasa begitu sempurna
Kau bukanlah pria biasa

Uoouuu uooouuu yeeeeyeee
Uoouuu uooouuu yeeeeyeee

Karena kamu hati selalu rindu ingin bersama
Karena kamu hati selalu rindu ingin bersama

Semua karena kamu
Hati slalu rindu
Ingin bersamamu
Apakah kau mau jadi kekasihku
Oh Hatiku menggebu

Semua karena kamu
Hati slalu rindu
Apakah kau mau jadi kekasihku
Ingin bersamamu hati ini menggebu

Semua karena kamu
Hati slalu rindu
Ingin bersamamu
Apakah kau mau jadi kekasihku
Hatiku menggebu

 

 

See you soon!

Tchau!

 

 

Berawal dari Tatap – Yura Yunita


Ola!

Entah kenapa sore ini terngiang2 lagu ini. Ya, tiba-tiba keingat pas awal ketemu lagi sama satu orang beberapa bulan yang lalu. Yang sebenarnya saat itu gue sempat dekat dengan orang lain, tapi pas ketemu entah secara ga sengaja jadi membandingkan. Terus ya dalam hitungan hari udah pindah ke lain hati aja. Gara-gara semakin intens chat, saling berbagi cerita, yang kalo gue pikir lagi, bahkan gue ga membahas hal yang jadi pembahasan dengan orang itu sama sahabat-sahabat cowo. Lah ini? Dalam hitungan jam dan hari udah ngebahas. Ya, mungkin memang menurut Allah gue harus membahas hal random itu dengan orang itu. :mrgreen:

Querido, você….

Ya, kamu… orang yang sering membahas hal random. Yang waktu itu bahas masa lalu, tentang drama masa lalu. Yang bahas masa depan juga, soal rencana diri sendiri ke depannya gimana. Yang entah sebenarnya ini bagaimana, tapi udah bikin nyangkut dan sulit melihat yang lain. Jalanin aja tapi ya masih belum jelas. Hanya bisa saling mendoakan sepertinya. Jalani rencana masing-masing, yang entah nanti bagaimana rencana Allah untuk kita. Semuanya berawal dari tatap… saat itu, saat kita bertemu kembali setelah sekian lama tidak berjumpa, hati ini sudah diisi olehmu….

berawal dari tatap

indah senyummu memikat

memikat hatiku yang hampa lara
senyum membawa tawa

tawa membawa cerita

cerita kasih indah tentang kita
terkadang ku ragu

kadang tak percaya ooh

tapi ku yakin kau milikku
kau membuatku bahagia

di saat hati ini terlukakau membuatku tertawa

di saat hati ini terbawa

terbawa oleh cintamu untukku, untuk kita
terkadang ku ragu, kadang tak percaya ooh

tapi ku yakin kau milikku
kau membuatku bahagia di saat hati ini terluka

kau membuatku tertawa di saat hati ini terbawa

terbawa oleh cintamu untukku, untuk kita
kau membuatku bahagia di saat hati ini terluka

kau membuatku tertawa di saat hati ini terbawa

terbawa oleh cintamu untukku, untuk kita

 

Gue bukan tipikal yang frontal sih, jadi ya bisanya nyerempet atau gini doang, ga langsung bilang atau ngasih langsung. 😆 Ya kita liat saja nanti. Setiap lagu memang punya cerita. 😉 Eh, sebenernya ada beberapa quote yang gue simpan, ga berani kasih langsung. Sampai lupa masih ada di hp atau di googlephotos buat cadangan. Nanti dicari buat diposting deh. Berhubung ga berani kasih langsung kan ya. :blush:

Tchau!

 

[Very short trip] Yogyakarta-Pekalongan


Ola!

ini nih, salah satu postingan yang mengendap satahun juga di konsep. Ga jadi-jadi gue terusin buat upload. Ya maafkan. Kebiasaan nulis sesuai mood. Pas udah ga mood, masukin ke konsep. Lupa deh. :mrgreen:


Akhirnya gue balik ke jogja, walaupun lagi-lagi hanya sebentar. Lebih lama dikit dari akhir Juli kemarin yang hanya sekian jam sih. Kali ini gue pergi tanggal 17 Agustus. Nyokap ambil cuti, jadilah kita pergi sebentar, niatnya buat ziarah di pekalongan, tapi mampir ke Jogja dulu. :mrgreen:

Ngapain ke Jogja? Wisata Kuliner! 😀 Berangkat sekitar jam setengah 7 pagi. Ga mampir-mampir, langsung masuk tol terus keluar-keluar di Brebes. Niat banget demi makan siang di Purwokerto. :-p Harusnya bisa sampai Jogja sebelum magrib sih. Tapi berhubung sempat salah jalan, hampir aja lewat Wonosobo yang akhirnya putar balik lagi, sampai Jogja pas banget magrib. Eh, sempat kehalang sama beberapa pawai 17an juga sih. Itu random bener belum booking hotel. Adek gue booking hotel pas di jalan. Untung masih bisa dapat kamar.

Sekitar jam 7 malam, dimulai lah wisata kuliner. Mulai dari makan Bakmi Jogja, terus Oseng Mercon. Sempat mau mampir ke gudeg nan eksis tapi males antrinya. Hehe. Nyari wedang ronde ga nemu. Ga tau juga sih yang terkenal dan enak dimana. Malam itu udah beli baju aja. Ini salah satu yang bahaya buat gue sih. Belanja. :/

Tanggal 18 Agustus 2016, pagi sarapan sedikit di hotel. Terus adek gue mau beli Gudeg Yu Djum. Yaudah lah kita mampir ke pusatnya, yang di dekat UGM. Beli dua porsi aja, toh gue mending berdua nyokap soalnya emang rencana mampir ke tempat lain lagi. Abis dari situ, kita ke Jejamuran. Salah satu tempat makan lumayan hits, arah kaliurang kalo ga salah. Seluruh makanannya mayoritas terbuat dari jamur. Enak sih. Abis dari situ kita langsung jalan ke arah Pekalongan.

Ke Pekalongan ga lewat utara yang lewat Semarang, tapi motong tengah. Kita lewat Magelang dulu. Niat mampir sebentar buat ketemu sama sepupu bokap yang dinas dan tinggal disana. Sekitar jam setengah 3an kita baru jalan lagi dari Magelang buat ke Pekalongan. Kita lewat jalur tengah. Tapi, berhubung lagi ada pawai 17an, jalannya jadi agak muter. Kita andelin gmaps lah.

Pas banget magrib, sekitar jam 6an kita akhirnya sampai di Pekalongan. Langsung ke hotel dan abis isya langsung cari makan. Kita mampir ke tempat nasi goreng yang biasanya, di jalan Hayam Wuruk, pas banget di seberang hotel Hayam Wuruk. Itu masaknya masih pakai arang, jadi ya harap bersabar lah nunggunya. 😆 Eh deket situ juga ada roti bakar yang lumayan. Beda satu gang kalo ga salah.

Tanggal 19 Agustus 2016, pagi-pagi sekitar jam 7an udah checkout dari hotel. Ke Pasar Grosir Setono dulu sebelum ke rumah saudara gue dan ke makam mbah kakung gue buat nyekar. Tapi ternyata belum buka, jadinya langsung lah ke makam. Jam 10an kita balik ke arah alun-alun. Kenapa balik? Belum sah rasanya kalo ke Pekalongan ga makan Soto Ayam Pak Wahyudi yang di alun-alun. Tauto tepatnya, tapi dia tetap bilang soto ayam, padahal dikasih tauco juga sih, sama usus goreng. Enyaaaakkkk….

Siang sebelum balik kita sempetin ke pasar grosir yang arah Wiradesa. Harganya emang sedikit lebih mahal daripada yang di Setono, tapi ga semahal yang disini lah. Hihihi. Kalo yang di Wiradesa harus pintar-pintar cari yang ga mahal. 😀 Tapi gue tetap aja kalap beli batiknya. :mrgreen:

Nih salah satu tempat gue beli batiknya. Dia ada beberapa toko ternyata.

Aulia Fashion Batik by Erhash

  • Jl. Raya Capgawen-podo no.1, kedungwuni, pekalongan. Telp/WA: 08122793755/082225692789.
  • Jl. Raya Puti Utama, Perum Puri Kedungwuni
  • IBC Blok G1-G18. Jl. A. Yaini Wiradesa Pekalongan

 


Ya segitu aja ya si perjalanan singkatnya. Tiga hari dua malam tapi tetap lah berasa singkat banget. Pelajarannya: kalau mau wisata kuliner jangan di waktu singkat. Begah. :p

Dekat Di Hati – RAN


Ola!

Beberapa hari terakhir, lagu RAN yang ini selalu terngiang-ngiang. Apalagi pas acara gathering kantor, dinyanyiin. Aduh makin terngiang-ngiang. Dulu pas lagu ini rilis, emang terngiang-ngiang sih. Lagu ini semacam lagu favorit anak-anak sekelas. Ga di kelas, ga di asrama, selalu dinyanyiin. Di asrama, kalo lagi kumpul di kamar teman buat ngerjain tugas, pasti request ke teman buat bawain. Dulu sih lagu ini jadi cengan buat dua orang teman. Kok ya sekarang semacam gue yang kegulung. 😆

Berasa kegulung sendiri sama lagu ini. Jleb. Eu penso nelle…. :mrgreen:

Querido, você… Ya, buat kamu yang jauh disana… yang hanya sekadar chat, lama ga ketemu. Eu penso em você. 🙂

Dering telpku membuatku tersenyum di pagi hari

Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi

Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini

Tawa candamu menghibur saatku sendiri
Aku di sini dan kau di sana

Hanya berjumpa via suara

Namun ku s’lalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sana

Kita memandang langit yang sama

Jauh di mata namun dekat di hati

 

Semoga bisa ketemu dulu sebelum dirimu masuk kerja ya. 🙂

Tchau!